Batuk adalah salah satu penyakit yang sangat mengganggu keseharian. Oleh karena itu, siapapun yang mengalaminya pasti ingin lekas sembuh. Namun tak jarang, batuk membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Ternyata salah satu faktor yang dapat menghambat sembuhnya batuk salah satunya adalah makanan yang Anda makan. Nah, makanan apa sajakah yang perlu dihindari saat Anda batuk? Simak penjelasan di bawah ini.

Makanan dan Minuman Dingin

Jika ada anggapan bahwa batuk disebabkan oleh makanan dam minuman dingin, hal tersebut tidak benar. Batuk dan flu disebabkan oleh virus—bukan oleh makanan dan minuman dingin. Namun kenapa Anda perlu menghindari jenis makanan ini ketika sedang batuk? Alasannya, makanan dan minuman dingin bisa menyebabkan lapisan pada saluran pernafasan menjadi lebih kering, hasil lendir yang lebih banyak, dan bisa menyebabkan oksigen tidak masuk penuh ke saluran pernafasan. Pada akhirnya, hal-hal tersebut menyebabkan batuk bertambah lama dan lebih sulit sembuh. Jadi hindari makan minum dingin saat batuk, dan utamakan minum minuman hangat untuk meminimalisir kemungkinan iritasi yang dapat menyebabkan radang tenggorokan.

Makanan Pedas

Pecinta makanan pedas harus bersabar sementara waktu jika ingin batuk cepat sembuh. Sebab makanan pedas khususnya yang mengandung banyak cabai, malah dapat memperparah tenggorokan, bahkan bisa menyebabkan infeksi. Jadi, meskipun cabai mengandung vitamin C yang tinggi dan Anda sangat menyukai pedas, ada baiknya menunggu hingga batuk benar-benar sembuh sembelum mengonsumsinya lagi.

Dairy Product

Sebaiknya Anda juga menghindari susu dan produk karena olahan protein dari susu bisa merangsang produksi lendir berlebih di usus dan saluran pernapasan, termasuk pada paru-paru dan tenggorokan. Akibatnya, batuk—khususnya batuk berdahak justru akan semakin berat ketika Anda mengonsumsi hasil olahan susu.

Makanan Pemicu Alergi

Beberapa makanan dapat memicu batuk bertambah parah, dan jenis makanan pemicu itu berbeda pada setiap orang. Namun beberapa jenis makanan yang sering menjadi pemicu alergi antara lain, seafood, telur, kacang, dan lain sebagainya. Jika ada memiliki riwayat alergi makanan, sebaiknya hindari jenis-jenis makanan pemicu selama batuk yang Anda derita belum sembuh total.

Makanan Instan

Makanan instan seperti daging olahaan, mi instan, camilan dalam kemasan, semuanya mengandung gula dan penyedap rasa dalam kadar yang tinggi. Kandungan tersebut dapat memicu rasa gatal pada tengggorokan. Selain itu, dalam kondisi sakit, Anda juga membutuhkan asupan gizi yang baik untuk mempercepat proses penyembuhan. Itu sebabnya, lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan segar dengan gizi seimbang ketimbang makanan instan.

Selain menghindari makanan di atas, jangan lupa untuk mengonsumsi obat batuk. Pilih bodrex Herbal Batuk yang diformulasikan 100% dari bahan herbal alami. bodrex Herbal Batuk yang mengandung kombinasi dari Thymi, Madu, Akar manis (licorice), Jeruk Nipis, Cabe Jawa, Kencur, Daun Sirih, Daun Sembung, Biji Pala, dan Peppermint oil baik untuk meredakan batuk, melegakan tenggorokan, membantu mengeluarkan dahak dan bekerja tanpa ngantuk. Dikemas dalam bentuk sachet, menjadikan bodrex Herbal Batuk praktis dikonsumsi kapan dan dimana saja.

ARTIKELTERKAIT

Tempo Scan Bantu Percepatan Penanganan COVID-19 di Kalimantan
06-August-2020

Tempo Scan Bantu Percepatan Penanganan COVID-19 di Kalimantan

Tempo Scan Group kembali memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri, obat-obatan, vitamin, dan susu anak untuk percepatan penanganan COVID-19 di .... read more
Tips Mengatasi Sakit Kepala Tegang Mencengkeram Agar Aktivitas Menjadi Kembali Nyaman
25-June-2020

Tips Mengatasi Sakit Kepala Tegang Mencengkeram Agar Aktivitas Menjadi Kembali Nyaman

Mengatasi sakit kepala tegang mencengkeram adalah hal penting yang harus diketahui oleh semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas .... read more
Sakit Kepala Sebelah Kiri Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
18-June-2020

Sakit Kepala Sebelah Kiri Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?

Penyebabnya pun bisa berasal dari beberapa faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis yang lebih serius. Kira-kira apa saja, .... read more