Sakit kepala seringkali dianggap penyakit yang lumrah. Bahkan terkadang, sebagian orang terkesan menyepelekannya. Sebenarnya apakah sakit kepala dan pusing perlu dikhawatirkan. Jawabannya ya dan tidak. Sebagian sakit kepala mungsin saja memang hanya gangguan kesehatan ringan atau kelelahan yang bisa hilang hanya dengan beristirahat. Namun sebagian sakit kepala lain mungkin perlu Anda waspadai, diperiksakan ke dokter, dan diobati lebih lanjut. Simak ciri-cirinya berikut ini.

  • Sakit kepala disertai gejala-gejala lainnya. Misalnya demam, leher kaku, kebingungan, penurunan kewaspadaan atau ingatan, atau gejala neurologis seperti gangguan penglihatan, bicara tidak jelas, lemah, mati rasa, atau kejang.
  • Nyeri kepala yang meningkat dengan batuk atau gerakan. Sakit kepala yang Anda rasakan bertambah buruk setiap kali Anda batuk atau melakukan gerakan tertentu? Ini juga salah satu tanda Anda perlu memeriksakan lebih lanjut kesehatan Anda. Bisa saja sakit kepala yang Anda rasakan adalah dampak dari masalah kesehatan yang lainnya.
  • Sakit kepala yang datang tiba-tiba, terutama jika sampai membangunkan Anda. Sakit kepala hingga membuat Anda terbangun dari tidur, artinya rasa sakit tersebut cukup parah.
  • Sakit kepala yang disertai dengan mata merah yang menyakitkan. Hal ini bisa saja pertanda ada kerusakan pada syaraf atau pembuluh darah di mata.
  • Sakit kepala setelah benturan atau cedera di kepala. benturan memang akan terasa sakit, namun sebaiknya segera lakukan pemeriksaan meskipun Anda merasa benturan yang dialami tidak terlalu keras. Dikhawatirkan ada pendarahan di dalam kepala yang tidak terdeteksi kecuali melalui pemeriksaan lebih lanjut.
  • Perubahan besar dalam pola sakit kepala Anda. Ada banyak penyebab sakit kepala, bahkan perubahan hormon menjelang datang bulan saja bisa jadi pemicunya. Namun jika sakit kepala Anda muncul semakin sering bahkan hingga mengganggu aktivitas Anda. Sudah saatnya Anda menanganinya dengan serius.
  • Sakit kepala yang pertama kali berkembang setelah usia 50 tahun. Dulu Anda jarang sekali sakit kepala, namun mengapa di atas usia 50 sakit kepala kerap menyerang? Ini perlu diperhatikan. Usia tua memang menyebabkan penurunan kesehatan, namun jika sakit kepala berkembang secara drastis di atas usia 50, cobalah lebih serius menanganinya.

Untuk menangani sakit kepala dengan capat, obati sakit kepala dengan bodrex. Sejak dulu, bodrex  terbukti ampuh mengatasi sakit kepaladan demam. Kandungan paracetamol-nya berfungsi sebagai analgesik yang mampu meredakan rasa sakit kepala. Sekaligus bekerja sebagai antipiretik untuk turunkan demam. Jika sakit kepala masih berlanjut, segera hubungi dokter.

Referensi: www.health.harvard.edu

ARTIKELTERKAIT

Kurangi Konsumsi Makanan ini Jika Anda Sering Sakit Kepala
26-October-2019

Kurangi Konsumsi Makanan ini Jika Anda Sering Sakit Kepala

faktanya ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu bahkan memperburuk sakit kepala Anda. Itu sebabnya Anda perlu menghindari atau membatasi .... read more
Sering Sakit Kepala? Ganti Sarapan Anda dengan 4 Menu Ini
25-October-2019

Sering Sakit Kepala? Ganti Sarapan Anda dengan 4 Menu Ini

Berikut ini adalah rekomendasi menu sarapan yang sehat sekaligus aman dikonsumsi oleh para penderita sakit kepala. Apa saja ya? .... read more
Penyebab Sering Sakit Kepala Pada Anak Muda
24-October-2019

Penyebab Sering Sakit Kepala Pada Anak Muda

tiga faktor penyebab sakit kepala pada anak muda adalah kurang tidur, kurang berolahraga, dan terlalu lama screen time dengan .... read more