Jenis Terapi Sakit Kepala untuk Mengurangi Rasa Nyeri yang Mengganggu

Jenis Terapi Sakit Kepala untuk Mengurangi Rasa Nyeri yang Mengganggu

Sakit kepala adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh banyak orang. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari dan produktivitas. Ada berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain, cluster headache, dan sakit kepala mencengkeram. Untuk mengatasi rasa nyeri di kepala yang mengganggu, berbagai terapi tersedia untuk membantu meredakan gejalanya.

Jenis terapi sakit kepala untuk mengurangi rasa nyeri yang mencengkeram

Meski menjadi hal yang wajar terjadi, namun keluhan sakit kepala bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang sangat mengganggu. Keluhan ini bisa diredakan dengan beberapa jenis terapi sakit kepala seperti:

1. Terapi akupunktur

Beberapa orang menyatakan ada perbaikan setelah menjalani sesi akupunktur. Penusukan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh dapat merangsang sistem saraf dan mengurangi rasa nyeri.

2. Terapi fisik

Fisioterapi atau olahraga terapeutik dapat membantu mengendurkan otot-otot tegang yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang.

3. Terapi farmakologis

  • Meredakan sakit kepala mencengkeram bagian atas dengan minum obat pereda nyeri yang mengandung parasetamol dan ibuprofen, tetapi gunakan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk dokter.

Baca Juga: Cara Mengatasi Dampak Migrain pada Anak Remaja

4. Terapi non-farmakologis

Relaksasi dan meditasi: Teknik-teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, dan biofeedback dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan, faktor pemicu umum sakit kepala.

5. Perubahan gaya hidup

  • Manajemen stress. Identifikasi dan atasi pemicu stres dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala.
  • Pola makan sehat. Beberapa orang menemukan perbaikan dengan menghindari makanan atau minuman tertentu yang dapat memicu sakit kepala, alkohol, atau makanan yang mengandung pengawet atau MSG.
  • Tidur yang cukup. Kurang tidur dapat memicu sakit kepala, oleh karena itu memastikan tidur yang cukup dapat membantu mencegahnya.

 

6. Konseling dan terapi psikologis

  • Terapi Kognitif-Perilaku (CBT): Terapi ini dapat membantu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku yang dapat memicu atau memperburuk sakit kepala.
  • Konseling psikologis: Berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental dapat membantu mengelola stres dan masalah emosional yang mungkin berkontribusi pada sakit kepala.

Selain meredakan sakit kepala mencengkeram dengan beberapa jenis terapi sakit kepala di atas, Anda juga bisa mengatasinya dengan cara berikut ini.

  1. Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sepanjang hari, baik melalui konsumsi air mineral, buah-buahan serta makanan yang tinggi kadar airnya.
  2. Memberikan pijatan lembut di bagian leher, bahu, dan daerah yang tegang dapat membantu meredakan ketegangan otot, misalnya:
  • Kulit di antara ibu jari dan jari telunjuk. Disarankan untuk memijat area ini selama 20 hingga 30 detik menggunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan Anda yang berlawanan, atau cukup mencubit dan menahannya selama 10 detik. Ulangi langkah-langkah ini sampai Anda merasa sedikit lega.
  • Memijat leher dengan bola tenis. Caranya dengan memasukkan dua bola tenis di kaus kaki panjang, ikat ujungnya. Bersandarlah di dinding dengan bola tenis bertumpu di leher (bagian bawah dasar tengkorak) untuk memberikan pijatan lembut. Trik ini membantu untuk menekan dan melepaskan keterikatan otot yang tegang dan mencengkeram ini.
  1. Melakukan metode kompres panas atau dingin di bagian leher atau daerah yang tegang, atau kompres dingin di dahi atau belakang kepala.
  2. Jika Anda bekerja di depan komputer, cobalah untuk berdiri, berjalan, atau meregangkan tubuh secara teratur.
  3. Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik, salah satunya adalah vitamin D. Sebuah penelitian menemukan bahwa kalsium dan vitamin D dapat memengaruhi tubuh secara hormonal dan fisiologis. Melansir dari Siloam Hospital, beberapa makanan tinggi vitamin D yang bisa dikonsumsi antara lain ikan salmon, telur, daging merah, susu, keju, yogurt, dan juga minyak hati ikan kod.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu mungkin merespons berbagai jenis terapi dengan cara yang berbeda. Konsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah pertama yang bijak untuk menentukan pendekatan terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik.

Artikel Lainnya: Kenali Bedanya Gejala Flu dan Batuk Berdahak