Ketahui 6 Gejala yang Bikin Mood Swing Saat PMS, Salah Satunya Sakit Kepala Sebelum Haid!
Menjelang menstruasi, banyak perempuan mulai merasakan perubahan pada tubuh maupun emosi Kondisi ini dikenal sebagai PMS atau premenstrual syndrome, yaitu kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul beberapa hari sebelum haid. PMS sebenarnya merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun, gejalanya bisa berbeda pada setiap perempuan. Pahami berbagai gejala PMS yang sering terjadi pada perempuan seperti berikut ini!
Kenapa PMS Bisa Memengaruhi Mood dan Emosi?
PMS terjadi karena adanya perubahan hormon
estrogen dan progesteron menjelang menstruasi. Fluktuasi hormon ini dapat
memengaruhi zat kimia di otak, termasuk serotonin yang berperan dalam mengatur suasana
hati.
Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychiatry, perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi kondisi emosional perempuan, termasuk meningkatkan risiko mood swing, mudah cemas, dan sensitif secara emosional. Karena itu, tidak heran jika sebagian perempuan merasa emosinya lebih naik turun menjelang haid.
Sakit Kepala Sebelah Sebelum Haid, Gejala PMS yang Sering Diabaikan
Salah satu gejala PMS yang cukup sering
terjadi tetapi kerap dianggap sepele adalah sakit kepala sebelum haid. Pada
banyak perempuan, keluhan ini berupa sakit kepala sebelah atau migrain
menstruasi.
Nyeri biasanya terasa berdenyut pada satu
sisi kepala dan dapat disertai mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, serta
Mudah Marah dan Sensitif Berlebihan Menjelang Menstruasi
Pernah merasa lebih gampang kesal atau tersinggung sebelum haid? Kondisi ini juga termasuk gejala PMS yang sangat umum terjadi. Perubahan hormon dapat membuat emosi menjadi lebih sensitif sehingga hal-hal kecil terasa lebih mengganggu dibanding biasanya. Beberapa perempuan juga menjadi lebih mudah sedih, cemas, atau ingin menyendiri.
Tubuh Cepat Lelah dan Sulit Fokus Saat PMS
Selain memengaruhi mood, PMS juga bisa
membuat tubuh terasa cepat lelah. Aktivitas yang biasanya terasa ringan pun
dapat terasa lebih berat menjelang menstruasi.
Sebagian perempuan juga mengeluhkan sulit fokus atau konsentrasi menurun. Hal ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon, kualitas tidur yang terganggu, serta rasa tidak nyaman pada tubuh. Karena itu, menjaga pola tidur dan mengatur waktu istirahat menjadi penting selama masa PMS.
Perut Kembung dan Nyeri yang Bikin Mood Makin Turun
Perut terasa penuh, begah, atau nyeri
menjadi salah satu keluhan fisik yang paling sering muncul saat PMS. Penumpukan
cairan dalam tubuh akibat perubahan hormon dapat menyebabkan perut terasa lebih
kembung dari biasanya.
Kondisi ini sering membuat tubuh terasa tidak nyaman dan akhirnya ikut memengaruhi suasana hati dan membuat sebagian perempuan jadi lebih malas beraktivitas karena tubuh terasa berat dan kurang nyaman.
Susah Tidur hingga Nafsu Makan Berubah Saat PMS
Menjelang haid, sebagian perempuan juga
mengalami perubahan pola tidur dan nafsu makan. Ada yang jadi sulit tidur,
lebih mudah terbangun di malam hari, atau justru merasa lebih cepat mengantuk.
Selain itu, keinginan mengonsumsi makanan
tertentu seperti makanan manis atau tinggi karbohidrat juga sering meningkat
saat PMS. Jika tidak diimbangi pola makan yang baik, kondisi ini dapat membuat
tubuh semakin mudah lelah dan mood makin tidak stabil.
Untuk membantu mengurangi gejala PMS, cobalah menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga ringan, cukup tidur, dan mengelola stres dengan baik. Bila sakit kepala sebelah atau migrain terasa cukup mengganggu, penggunaan obat pereda sakit kepala khusus migrain dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut. Pahami tubuhmu agar gejala PMS bisa diminimalisir dan tetap produktif.
Artikel Lainnya: Jangan Diabaikan, Ini Penyebab Batuk di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur
FAQ
1. Apa itu PMS?
PMS atau premenstrual syndrome adalah kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi.
2. Apakah sakit kepala sebelum haid termasuk gejala PMS?
Ya. Sakit kepala, terutama migrain menstruasi, termasuk salah satu gejala PMS yang cukup sering terjadi.
3. Bagaimana cara membantu meredakan gejala PMS?
Menjaga pola tidur, olahraga ringan, makan
bergizi seimbang, cukup minum air, dan mengelola stres dapat membantu
mengurangi keluhan PMS.
Daftar Pustaka
- Yonkers KA, et al. “Premenstrual Syndrome.” Frontiers in Psychiatry. 2017.
- Vetvik KG, MacGregor EA. “Menstrual Migraine: A Distinct Disorder Needing Greater Recognition.” The Journal of Headache and Pain. 2021.
tambahin sensitif terhadap suara
juga
done