Cuaca Panas Terik, Tapi Malah Kena Flu dan Batuk, Apa Penyebabnya?
Banyak orang mengira flu dan batuk hanya mudah muncul saat musim hujan atau cuaca dingin. Padahal, saat cuaca panas terik pun tubuh tetap bisa mengalami flu, tenggorokan tidak nyaman, hingga batuk yang cukup mengganggu aktivitas. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama ketika suhu udara sedang ekstrem dan aktivitas harian tetap padat. Ini alasannya mengapa tubuh justru lebih rentan mengalami gangguan kesehatan di tengah cuaca panas terik seperti sekarang ini!
Perubahan Suhu Ekstrem Bisa Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Saat cuaca di luar sangat panas lalu
tubuh kita berpindah ke ruangan dingin ber-AC, tubuh harus bekerja ekstra untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan suhu yang drastis. Kondisi ini dapat membuat
tubuh lebih mudah lelah dan daya tahan menurun.
Ketika imunitas melemah, virus penyebab
flu menjadi lebih mudah menyerang saluran pernapasan. Karena itu, tidak sedikit
orang yang justru mengalami flu di tengah cuaca panas.
Untuk membantu menjaga daya tahan
tubuh, usahakan tubuh tidak langsung terkena suhu terlalu dingin setelah berada
di luar ruangan panas. Gunakan jaket tipis di ruangan ber-AC dan pastikan tubuh
tetap mendapat istirahat cukup.
Menurut penelitian dalam jurnal Nature Reviews Immunology, kondisi tubuh yang mengalami stres fisik dan kelelahan dapat memengaruhi respons sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terkena infeksi.
Dehidrasi Saat Cuaca Panas Memengaruhi Imunitas
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan
cairan melalui keringat. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh bisa
mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari.
Dehidrasi dapat membuat tubuh terasa
lemas, sulit fokus, hingga memengaruhi fungsi alami sistem pertahanan tubuh.
Selain itu, tenggorokan dan saluran napas juga menjadi lebih kering sehingga
lebih mudah mengalami iritasi.
Agar tubuh tetap fit, pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi, terutama saat banyak beraktivitas di luar ruangan. Jangan menunggu haus untuk mulai minum air putih.
Paparan AC dan Ruangan Tertutup Jadi Pemicu Flu
Saat cuaca panas, banyak orang
menghabiskan waktu di ruangan tertutup dengan AC menyala hampir sepanjang hari.
Sayangnya, ruangan tertutup dapat mempermudah penyebaran virus, terutama jika
sirkulasi udara kurang baik.
Selain itu, suhu AC yang terlalu dingin
juga dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif. Hal ini dapat
memicu hidung tersumbat, tenggorokan tidak nyaman, hingga gejala flu ringan.
Cobalah mengatur suhu AC agar tidak terlalu dingin dan tetap beri ventilasi udara yang cukup di dalam ruangan. Membersihkan filter AC secara rutin juga penting untuk membantu menjaga kualitas udara.
Tenggorokan Kering Akibat Udara Panas Bisa Menyebabkan Batuk
Udara panas dan
kering dapat membuat tenggorokan kehilangan kelembapan alami. Akibatnya,
tenggorokan terasa gatal, kering, dan memicu refleks batuk.
Kondisi ini
biasanya makin terasa jika seseorang kurang minum atau terlalu lama berada di
ruangan ber-AC. Pada beberapa orang, batuk juga bisa muncul sebagai bentuk
respons tubuh terhadap iritasi saluran napas.
Menurut studi dalam jurnal Nutrients, hidrasi yang baik berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh dan membantu menjaga kondisi saluran pernapasan tetap optimal. Untuk membantu mengurangi batuk, perbanyak konsumsi air putih dan hindari minuman terlalu dingin jika tenggorokan mulai terasa tidak nyaman.
Kurang Istirahat dan Aktivitas Padat Saat Cuaca Panas
Cuaca panas dapat membuat tubuh lebih
cepat lelah, terutama jika aktivitas harian sangat padat. Jika tubuh terus
dipaksa bekerja tanpa istirahat cukup, sistem imun bisa menurun dan tubuh lebih
mudah sakit.
Kurang tidur juga membuat tubuh lebih
sulit melawan virus dan memperlambat proses pemulihan saat mulai merasa tidak
fit. Karena itu, penting menjaga pola tidur yang cukup, mengatur waktu
istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh tetap kuat menghadapi
cuaca ekstrem.
Jika flu dan batuk mulai mengganggu aktivitas, minum obat pereda flu dan batuk untuk membantu meredakan keluhan dan gejala yang dialami. Namun, bila gejala tidak membaik atau disertai demam tinggi dan sesak napas, segera konsultasikan ke dokter.
Artikel Lainnya: 5 Persiapan Sebelum Nonton Pesta Bola Dunia, Biar Nggak Sakit Kepala karena Kelelahan!
FAQ
Kenapa cuaca panas tetap bisa menyebabkan flu?
Karena perubahan suhu ekstrem, kelelahan, dan daya tahan tubuh yang menurun dapat membuat tubuh lebih rentan terkena virus.
Apa hubungan dehidrasi dengan batuk?
Dehidrasi dapat membuat tenggorokan menjadi kering sehingga lebih mudah mengalami iritasi dan memicu batuk.
Bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh saat cuaca panas?
Cukupi kebutuhan
cairan, tidur cukup, makan bergizi, dan hindari perubahan suhu ekstrem secara
tiba-tiba.
Daftar
Pustaka
- Dhabhar FS. “Effects of Stress on Immune Function.” Nature Reviews Immunology. 2014.
- Masento NA, et al. “Effects of Hydration Status on Cognitive Performance and Mood.” Nutrients. 2020.