Sepertinya hampir semua orang pernah merasakan sakit kepala. Rasanya sangat mengganggu, mau melakukan aktivitas apapun jadinya tidak maksimal. Sakit kepala banyak ragamnya, penyebabnya pun berbeda pula. Yuk kenali lebih jauh jenis-jenis sakit kepala, agar tidak salah dalam menanganinya.

Tension headache
Ditandai dengan rasa sakit di kedua sisi kepala bagai ditekan dari kedua sisi dibandingkan rasa berdenyut. Tekanan biasanya juga terasa di bagian belakang kepala bahkan leher. Penyebabnya bisa karena stres,  ketegangan dan kecemasan, kelelahan, hingga postur yang buruk. Bantu atasi sakit kepala jenis ini dengan konsumsi ibuprofen, acetaminophen, atau cukup dengan mengobati stres yang dirasakan.

Migren
Sering juga disebut sakit kepala sebelah. Ditandai dengan denyut di salah satu sisi kepala yang berlangsung selama beberapa waktu mulai dari hitungan jam bahkan bisa mencapai tiga hari. Migren juga bisa kumat 1-4 kali tiap bulan. Biasanya penderita migren sensitif terhadap cahaya, kebisingan, hingga bebauan. Penyebabnya bisa berupa perubahan hormon, stres, bahkan pola makan dan tidur yang tidak tepat.

Cluster headache
Ditandai nyeri berdenyut yang timbul di bagian belakang salah satu mata. Bahkan rasanya seperti ditusuk-tusuk. Rasa sakit itu bisa berlangsung selama 15 menit hingga hitungan jam lalu menghilang. Namun sakitnya bisa tak tertahankan dan umum disertai gejala seperti hidung tersumbat dan mata merah dan berair di bagian mata yang sakit. Sakit kepala jenis ini lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita. Jenis sakit kepala ini tergolong langka namun kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bisa menjadi pencetus risiko.

Sinus headache
Rasa sakit di kepala timbul karena adanya radang pada selaput lendir. Tekanan di sekitar mata, tulang pipi, hingga kening dan area hidung. Sakit biasanya bertambah ketika kepala bergerak tiba-tiba. Banyak orang terkecoh antara sakit kepala sinus dengan migren. Sinus headache tidak disertai kepekaan terhadap cahaya dan mual seperti halnya migren.

Hormone headache
Seperti namanya, sakit kepala ini disebabkan oleh perubahan hormon. Umumnya terjadi pada wanita saat mengalami menstruasi, masa kehamilan, menopause, atau disebabkan penggunaan pil pengatur kehamilan.

Sakit kepala sering digolongkan sebagai penyakit ringan. Seringkali cukup diatasi dengan obat sakit kepala sesuai peruntukannya. Puluhan tahun bodrex dipercaya untuk atasi sakit kepala. Mengandung paracetamol dan kofein, bodrex mampu meredakan rasa sakit kepala dan gigi, sekaligus bekerja sebagai antipiretik untuk turunkan demam. bodrex juga tersedia dalam varian bodrex Migra untuk sakit kepala sebelah dan bodrex Extra untuk sakit kepala yang disertai tegang kaku di sekitar tengkuk dan leher.

Namun meski sering dianggap ringan, tetaplah waspada jika nyeri pada kepala berlangsung tidak wajar baik dari segi waktu maupun rasa sakit yang ditimbulkan. Terlebih jika disertai gangguan saraf seperti kejang, gangguan penglihatan, sampai melemahkan salah satu alat gerak atau timbul setelah mengalami cedera kepala, karena bisa jadi itu akibat kelainan pada otak. Konsultasikan segera dengan dokter sebelum terlambat.

ARTIKELTERKAIT

Jadi Partner Traveling Menyenangkan dengan Cara Ini
01-November-2017

Jadi Partner Traveling Menyenangkan dengan Cara Ini

Jadi Partner Traveling Menyenangkan dengan Cara Ini - Lantas gimana sih caranya jadi partner traveling yang disukai teman-teman? .... read more
Tanpa Sadar Anda Sering Melakukan
31-October-2017

Tanpa Sadar Anda Sering Melakukan "Perilaku Sakit" Berikut Ini

Tanpa Sadar, Anda Sering Melakukan .... read more
Mengenali Penyebab dan Ciri Sakit Kepala Bagian Belakang
31-October-2017

Mengenali Penyebab dan Ciri Sakit Kepala Bagian Belakang

Mengenali Penyebab dan Ciri Sakit Kepala Bagian Belakang - Di bawah ini terdapat beberapa penyebab sakit kepala belakang, mungkin salah .... read more