Panduan Berolahraga untuk Penderita Migrain

Panduan Berolahraga untuk Penderita Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah memang bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun jika Anda punya hobi berolahraga, hati-hati, ternyata beberapa jenis olahraga juga bisa jadi pemicu migrain. Bahkan, migrain juga bisa menyebabkan mual atau vertigo. Pada kasus yang parah, mereka bahkan mungkin menyebabkan muntah.

Meski alasannya belum jelas, namun gerakan tertentu yang Anda lakukan saat olahraga diduga dapat memicu migrain. Misalnya saja memutar tubuh dengan cepat, memutar kepala secara tiba-tiba, atau membungkuk bisa memicu atau memperparah gejala migrain. Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang perlu diwaspadai oleh penderita migrain.

  1. Angkat Beban

Olahraga angkat beban bisa menjadi pemicu migrain. Hal ini dikarenakan ketika Anda mengangkat beban, sejumlah bagian tubuh seperti kaki, lengan, bahu, leher , bahkan kepala dan otot wajah mengalami tekanan yang berat. Tekanan yang berat dan tiba-tiba ini mengakibatkan kamu berpotensi mengalami migrain.

  1. Mendayung

Olahraga mendayung mengharuskan kamu berayun-ayun di atas permukaan air untuk beberapa waktu. Selain itu kamu juga harus fokus untuk menjaga stabilitas perahu (kayak) dan gerakan mendayung. Jika kamu termasuk mudah ‘mabuk’, kayak yang bergoyang dapat mengakibatkan kamu migrain hingga mual dan muntah.

  1. Berlari

Walaupun olahraga ini simpel, namun jika dilakukan dalam jarak dan waktu yang panjang tanpa pemanasan yang memadai, maka bisa jadi penyebab migrain juga. Alasannya, kamu tidak terbiasa berolahraga sehingga asupan oksigen yang kamu hirup selama berlari tidak terdistribusi dengan sempurna. Jangan heran jika kamu jadi sakit kepala sebelah.

  1. Renang

Berenang, khususnya jika gerakan renang tersebut melibatkan menyelam dalam waktu panjang, juga bisa menyebabkan sakit kepala dikarenakan kurangnya asupan oksigen ke otak.

  1. Sepak bola

Tanpa pemanasan yang memadai, berlari mengejar bola mengitari lapangan sepak bola berukuran luas bisa saja membuat Anda kelelahan yang berujung migrain. Pastikan Anda melakukan pemanasan dengan benar ya!

Dilansir dari situ healthline.com, dalam sebuah penelitian, 38% peserta mengalami migrain sebagai akibat dari atau berhubungan dengan olahraga. Dari orang-orang tersebut, lebih dari setengahnya berhenti berpartisipasi dalam olahraga atau olahraga pilihan mereka untuk mengurangi atau menghilangkan migrain mereka.

Sebenarnya, Anda tidak perlu sampai berhenti total apalagi menjadikan hal ini alasan agar tidak berolahraga lagi. Sebaiknya, konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, untuk menentukan jenis olahraga seperti apa yang boleh Anda lakukan. Selain itu Anda juga bisa mengurangi intensitas dari olahraga tersebut. Misalnya jika Anda ingin menggeluti olahraga lari, ada baiknya Anda berlatih dengan treadmill dulu. Jika Anda ingin bermain sepak bola, kenapa tidak latihan futsal terlebih dulu yang ukuran lapangannya lebih kecil?