Benarkah Sering Sakit Kepala Sebelah pada Wanita Menjadi Pertanda Awal Kehamilan?

Benarkah Sering Sakit Kepala Sebelah pada Wanita Menjadi Pertanda Awal Kehamilan?

Jawabannya: bisa iya dan tidak. Pasalnya, tak hanya sakit kepala sebelah, mual, dan indera penciuman yang lebih sensitif (gejala migrain), masih ada gejala lain yang dapat menandakan awal kehamilan pada wanita. Berikut ini beberapa tanda kehamilan seperti yang dilansir dari situs Siloam Hospital.

  1. Terlambat menstruasi. Saat terdapat janin di dalam rahim, tubuh akan memproduksi hormon HCG untuk menjaga kehamilan. Hormon ini jugalah yang berfungsi menghentikan menstruasi setiap bulannya.
  2. Payudara menjadi lebih kencang, nyeri, sensitif dan terasa tidak nyaman. Selain itu, puting payudara akan cenderung memerah, menonjol, dan areola menjadi lebih gelap akibat peningkatan jumlah hormon progesteron dan estrogen. 
  3. Muncul flek darah dan perut terasa kram.
  4. Mual dan cepat lelah.
  5. Perubahan suasana hati.
  6. Frekuensi buang air kecil meningkat.
  7. Sakit kepala sebelah dan nyeri punggung.
  8. Indera penciuman lebih sensitif.
  9. Suhu tubuh meningkat.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera lakukan test pack untuk mengetahui apakah Anda hamil atau tidak, ya.

Gejala migrain yang dialami wanita hamil

Serangan migrain saat Anda hamil pada umumnya hampir sama dengan serangan migrain biasanya, seperti:

  1. Muncul rasa nyeri di kepala yang berdenyut-denyut, biasanya nyeri kepala sebelah dan terasa di belakang satu mata.
  2. Perut terasa mual dan muntah.
  3. Sensitif terhadap cahaya, bau, suara, dan gerakan.

Penyebab migrain saat hamil

Melansir Hellosehat.com, berikut ini penyebab umum migrain yang bisa dirasakan dan biasanya terjadi di semester pertama kehamilan:

  1. Perubahan hormon serta meningkatnya tekanan darah.
  2. Dehidrasi atau kurangnya asupan air putih. Menurut American Migraine Foundation, sepertiga dari mereka yang mengalami sakit kepala migrain mengatakan bahwa dehidrasi adalah pemicunya. Wanita hamil harus mengusahakan untuk minum 10 gelas (atau 2,4 liter) cairan setiap hari. Cobalah untuk meminumnya lebih awal di siang hari agar tidur Anda tidak terganggu oleh kunjungan ke kamar mandi di malam hari.
  3. Rasa lelah, pusing, mual, dan juga terjadi muntah-muntah.
  4. Kurang istirahat yang tidak dibarengi dengan waktu tidur yang seharusnya. Hal ini  biasanya terjadi akibat kondisi perut yang membesar dan membuat Anda merasa kesulitan untuk menentukan posisi tidur yang nyaman.
  5. Jarang berolahraga.
  6. Merasakan sensitivitas apabila melihat cahaya.
  7. Stres.
  8. Mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan, seperti cokelat, keju yang sudah tua, dan makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG).
  9. Paparan cahaya yang terang dan intens.
  10. Mencium bau yang menyengat seperti cat, parfum, bensin, dan makanan tertentu.
  11. Perubahan cuaca.

Cara mengatasi migrain saat hamil

Saat migrain melanda, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

  1. Ketahui pemicu migrain yang Anda alami. Pastikan untuk memenuhi kebutuhan air mineral, tidur yang cukup, makan secara teratur, dan hindari makanan apa pun yang Anda tahu dapat memicu serangan migrain.
  2. Mengompres panas/dingin untuk meredakan nyeri migrain yang melanda.
  3. Atur pencahayaan dengan baik. Sebaiknya istirahat di ruangan yang gelap dan sunyi ketika serangan migrain menyerang. Cahaya dan suara bising dapat memperburuk sakit kepala Anda.
  4. Minum obat sakit kepala khusus untuk migrain. Namun, pastikan bahwa Anda sudah mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter, ya!

Kapan harus memeriksakan ke dokter?

Meski terbilang wajar terjadi, sering mengalami sakit kepala sebelah saat hamil tentu harus tetap diwaspadai. Melansir dari Hellosehat.com, migrain pada wanita hamil yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti:

  1. Kelahiran prematur atau di awal.
  2. Preeklampsia.
  3. Bayi lahir dengan berat badan lebih rendah daripada seharusnya.
  4. Dapat menjadi menjadi berbahaya jika disertai gejala lain diluar sakit kepala dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  5. Penglihatan yang kabur dengan waktu yang cukup lama.