Benarkah Sering Konsumsi Minuman Dingin Bisa Bikin Batuk?

Benarkah Sering Konsumsi Minuman Dingin Bisa Bikin Batuk?

Pernah merasakan tenggorokan gatal setelah mengonsumsi minuman dingin? Sebenarnya batuk bukanlah masalah besar, justru batuk adalah sebenarnya mekanisme alami tubuh untuk menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkan dari saluran udara. Namun sebelum membahas lebih lanjut tentang hubungan antara minuman dingin dan batuk, ada baiknya Anda menyimak penjelasan berikut!

Menurut penelitian dunia medis, bukan karena mengonsumsi menu dingin yang menyebabkan seseorang terkena Flu maupun Batuk. Hal ini justru berkaitan dengan daya tahan tubuh yang menurun sehingga virus mudah masuk (diakibatkan penularan lewat udara) dan mengakibatkan flu & batuk. Pada orang dengan kondisi kesehatan yang baik, minum es tidak akan menjadi masalah. Namun, jika Anda tau orang di sekitar sering batuk usai minum es, bisa jadi karena Anda mengalami hal-hal berikut ini:

1. Alergi

Jika Anda sering mendapatkan serangan batuk setelah minum es, bisa jadi Anda alergi terhadap produk yang ada di dalam minuman tersebut. Ketika Anda alergi terhadap makanan, minuman, atau zat tertentu lainnya, tubuh menganggapnya sebagai ancaman potensial yang harus segera dihilangkan. Batuk hanyalah salah satu dari berbagai reaksi tubuh yang terjadi ketika tubuh bertemu dengan zat-zat ini dan sistem kekebalan beraksi.

2. Bronkospasme

Sekitar lima hingga 10% orang batuk setelah makan makanan atau minuman yang sangat dingin karena mereka mengembangkan suatu kondisi yang dikenal sebagai bronkospasme. Bronkospasme adalah kondisi mengencangnya otot-otot yang melapisi saluran udara secara tiba-tiba. Hal tersebut mengakibatkan penyempitan saluran udara dan akhirnya kesulitan bernapas hingga batuk. Bronkospasme umum terjadi pada penderita asma dan alergi, sekaligus sebagai reaksi terhadap makanan dan minuman dingin.

3. Pengerasan lendir

Saat minum es, apa yang kita konsumsi itu menetes perlahan ke kerongkongan dan menyebabkan trakea menjadi dingin sehingga lendir di dalamnya mengental. Lendir yang mengental tersebut membuat tenggorokan terasa gatal dan memicu batuk. Hal ini juga membuat Anda cenderung menghasilkan air liur yang kental dan bahkan dahak setelah minum es.

4. Infeksi laring dan kerongkongan

Infeksi pada bagian laring (kotak suara) dan kerongkongan juga membuat Anda rentan mengalami batuk setelah makan atau minum apapun, termasuk es. Sebab, infeksi tersebut membuat laring atau kerongkongan menjadi bengkak dan lebih sensitif.



Bisa disimpulkan dari berbagai penjelasan di atas, minum es tidak akan menyebabkan sakit untuk orang dengan daya tahan tubuh yang baik dan tanpa kondisi medis tertentu. Jadi semua itu hanya mitos ya! Namun apabila Anda mengalami batuk setiap kali mengonsumi minuman dingin, ada baiknya untuk memeriksakan diri lebih lanjut untuk menemukan penyebabnya. Lain halnya apabila Anda memang sedang mengalami flu dan batuk. Kedua gejala yang kerap muncul beriringan ini memang sangat mengganggu, untuk mengatasinya, minumlah obat pereda flu dan batuk yang tidak menyebabkan kantuk sehingga aktivitas harian tidak terganggu.