Sering Sakit Kepala Padahal Tekanan Darah Normal? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan!

Sering Sakit Kepala Padahal Tekanan Darah Normal? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan!

Sakit kepala kerap dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan sering sakit kepala padahal hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya normal. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan kebingungan, sekaligus kekhawatiran. Lalu, jika bukan karena tekanan darah, apa sebenarnya penyebab sakit kepala yang sering muncul tersebut? Yuk, kita cari tahu bersama!


Penyebab Sering Sakit Kepala Namun Tekanan Darah Normal

Jika kamu sering mengalami sakit kepala namun hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan angka yang normal, maka kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi. Melansir dari Alodokter, sakit kepala atau pusing tidak selalu berkaitan dengan perubahan tekanan darah. Sebab aktivitas harianlah yang dapat memengaruhi tekanan darah kita.

Alih-alih selalu mengaitkan sakit kepala dengan tekanan darah, berikut ini beberapa kemungkinan penyebab seseorang sering sakit kepala seperti yang dilansir dari laman situs Healthline.com

1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk

Kurang tidur merupakan salah satu penyebab paling umum orang sering sakit kepala. Saat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, aliran darah dan aktivitas saraf di otak bisa terganggu sehingga memicu nyeri kepala. Tidak hanya durasi tidur, kualitas tidur yang buruk akibat stres, penggunaan gawai berlebihan, atau jadwal tidur yang tidak teratur juga berperan besar.

2. Sakit Kepala karena Stress

Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, hingga kelelahan mental dapat memicu tension headache atau sakit kepala tegang. Biasanya rasa nyeri terasa seperti ada tekanan di kedua sisi kepala atau di bagian belakang leher. Meskipun tekanan darah normal, stres tetap dapat memengaruhi saraf dan otot di sekitar kepala.

3. Dehidrasi atau Kurang Minum

Sering mengalami sakit kepala setelah olahraga? Bisa jadi penyebabnya karena dehidrasi. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. Ketika asupan cairan kurang, volume darah dapat menurun dan aliran oksigen ke otak menjadi tidak optimal. Inilah yang kemudian memicu sakit kepala. Tanda dehidrasi sering kali tidak disadari, seperti mulut kering, lemas, hingga urin berwarna gelap.

4. Pola Makan Tidak Teratur

Terlambat makan atau melewatkan waktu makan dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis. Kondisi ini sering memicu sakit kepala, disertai rasa lemas, keringat dingin, dan sulit berkonsentrasi.

5. Terlalu Lama Menatap Layar

Menatap layar ponsel, laptop, atau komputer dalam waktu lama tanpa jeda dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata dan otot leher. Hal ini sering menimbulkan sakit kepala bagian depan atau sekitar mata. Postur tubuh yang kurang baik saat bekerja juga dapat memperparah keluhan.

6. Masalah pada Otot Leher dan Bahu

Ketegangan otot akibat posisi duduk yang salah, membawa tas berat, atau aktivitas fisik yang kurang seimbang bisa menjalar menjadi nyeri di kepala. Sakit kepala jenis ini sering disertai rasa pegal di leher dan bahu.

7. Faktor Hormon dan Migrain

Perubahan hormon, terutama pada wanita menjelang menstruasi, saat hamil, atau menjelang menopause, juga dapat memicu sakit kepala atau migrain. Migrain biasanya ditandai dengan nyeri berdenyut di satu sisi kepala, disertai mual, muntah, atau sensitif terhadap cahaya.


Cara Menghilangkan Sakit Kepala karena Aktivitas Harian

Tak melulu karena tekanan darah, tanpa disadari kebiasaan sehari-hari inilah yang membuat kepala terasa berat, tegang, bahkan berdenyut. Kabar baiknya, sakit kepala akibat aktivitas harian umumnya bisa diredakan dengan cara-cara sederhana berikut ini:

1. Istirahat Sejenak dari Aktivitas

Jika sakit kepala muncul setelah bekerja lama, terutama di depan layar, segera beri jeda. Pejamkan mata selama 5–10 menit, jauhi ponsel, dan biarkan otot mata serta otak beristirahat sejenak.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Dehidrasi ringan sering kali menjadi penyebab sakit kepala tanpa disadari. Minumlah air secara bertahap, bukan langsung banyak sekaligus, hingga tubuh kembali terasa segar.

3. Lakukan Peregangan Leher dan Bahu

Sakit kepala akibat aktivitas harian sering dipicu ketegangan otot leher dan bahu. Lakukan stretching ringan dengan memutar kepala perlahan, mengangkat bahu, atau meregangkan tangan untuk melancarkan aliran darah.

4. Atur Postur Tubuh Saat Beraktivitas

Posisi duduk yang membungkuk atau terlalu menunduk saat menggunakan gadget dapat memicu sakit kepala. Pastikan punggung tegak, bahu rileks, dan layar sejajar dengan pandangan mata.

5. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Kurang tidur atau tidur tidak nyenyak membuat tubuh lebih rentan mengalami sakit kepala. Usahakan tidur teratur 7–9 jam setiap malam dan hindari bermain gadget menjelang waktu tidur.

6. Kompres Hangat atau Dingin

Gunakan kompres hangat di area leher dan bahu jika sakit kepala terasa tegang. Jika nyeri terasa berdenyut, kompres dingin di dahi atau pelipis bisa membantu meredakannya.

7. Kelola Stres dengan Relaksasi

Stres akibat aktivitas padat dapat memicu tension headache. Cobalah teknik relaksasi seperti tarik napas dalam, meditasi singkat, mendengarkan musik, atau berjalan santai.

8. Makan Teratur dan Hindari Telat Makan

Jangan melewatkan waktu makan karena gula darah yang turun bisa memicu pusing dan sakit kepala. Pilih makanan bergizi seimbang agar energi tubuh tetap stabil.

9. Minum Obat Sakit Kepala

Jika sakit kepala mengganggu aktivitas, obat pereda nyeri yang dijual bebas boleh digunakan sesuai aturan. Namun, jangan terlalu sering agar tidak menimbulkan ketergantungan.



Kapan Perlu Waspada dan Periksa ke Dokter?

Meski sebagian besar sakit kepala tidak berbahaya, sebaiknya segera periksakan diri jika sakit kepala:

- Muncul sangat hebat dan tiba-tiba

- Terjadi terus-menerus dan semakin sering

- Disertai demam tinggi, muntah hebat, gangguan penglihatan, atau kelemahan anggota tubuh

- Muncul setelah cedera kepala

Dengan mengenali pemicu sakit kepala sejak dini dan memperbaiki gaya hidup, keluhan ini umumnya dapat dikendalikan. Namun, jika sakit kepala terasa tidak biasa atau semakin sering terjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.



Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apakah sakit kepala bisa terjadi meski tekanan darah normal?

Ya, sangat bisa. Sakit kepala tidak selalu berkaitan dengan tekanan darah. Banyak faktor lain seperti kurang tidur, stres, dehidrasi, kelelahan mata, hingga postur tubuh yang salah dapat memicu sakit kepala meskipun tekanan darah normal.

2. Apa penyebab paling umum sakit kepala akibat aktivitas harian?

Penyebab yang paling sering adalah terlalu lama menatap layar, kurang minum, telat makan, kurang istirahat, stres, serta ketegangan otot leher dan bahu akibat posisi duduk yang tidak ideal.

3. Berapa lama sakit kepala akibat aktivitas biasanya berlangsung?

Umumnya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam dan bisa mereda setelah istirahat, minum air putih, atau melakukan peregangan. Jika berlangsung berhari-hari tanpa perbaikan, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Sering sakit kepala padahal tekanan darah normal merupakan kondisi yang umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur, stres, dehidrasi, dan postur tubuh yang kurang baik sering menjadi penyebab utama. Dengan mengenali pemicu dan memperbaiki gaya hidup, keluhan sakit kepala umumnya dapat dikendalikan. Namun, jika sakit kepala terasa tidak biasa atau semakin sering, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya.



Source:

- Headache and Fatigue https://www.healthline.com/health/headache/headache-and-fatigue#anemia

- Apakah Tekanan Darah Saya Normal? https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-tekanan-darah-saya-normal20f353

- Chronic Daily Headaches https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/symptoms-causes/syc-20370891