Sakit Kepala karena Kelelahan Tak Kunjung Hilang? Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Sakit Kepala karena Kelelahan Tak Kunjung Hilang? Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Pernah mengalami sakit kepala karena kelelahan saat bekerja, lalu rasa nyerinya tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat? Kondisi ini sering dialami banyak orang, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat, kurang tidur, atau terlalu lama menatap layar komputer.

Sakit kepala karena kelelahan memang umumnya tidak berbahaya. Namun, jika terjadi berulang atau disertai gejala tertentu, kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih. Yuk, kenali penyebab, gejala, cara mengatasinya, hingga kapan kamu perlu memeriksakan diri ke dokter.

 

Apa Itu Sakit Kepala karena Kelelahan?

Sakit kepala karena kelelahan adalah keluhan yang muncul ketika tubuh atau pikiran bekerja terlalu keras tanpa waktu istirahat yang cukup. Kelelahan fisik, stres mental, kurang tidur, hingga pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi dapat memicu munculnya sakit kepala.

Pada banyak kasus, kondisi ini termasuk jenis tension headache atau sakit kepala tegang. Penyebab utamanya adalah ketegangan otot di sekitar kepala, leher, dan bahu yang terjadi akibat stres atau postur tubuh yang kurang baik.

Melansir Mayo Clinic, sakit kepala tipe tegang (tension-type headache) adalah jenis sakit kepala yang menyebabkan nyeri ringan hingga sedang. Rasa nyerinya sering digambarkan seperti ada ikatan atau tekanan yang melingkari kepala. Jenis sakit kepala ini merupakan yang paling umum terjadi, meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.

Kondisi ini dapat ditangani dengan berbagai cara. Penanganannya umumnya meliputi penerapan gaya hidup sehat, penggunaan obat secara tepat sesuai kebutuhan, serta menemukan metode lain yang efektif untuk membantu mengurangi keluhan. Gejala sakit kepala tipe tegang meliputi:

  1. Nyeri kepala yang tumpul dan terasa pegal.
  2. Sensasi tertekan atau terasa kencang di dahi, sisi kepala, atau bagian belakang kepala.
  3. Kepala terasa berat dan leher kaku
  4. Otot kulit kepala, leher, dan bahu terasa nyeri atau tegang saat disentuh.

 

Kenapa Kepala Terasa Berat dan Leher Kaku?

Dilansir dari Healthline, kondisi ini terjadi akibat adanya ketegangan otot akibat postur tubuh yang kurang baik, terlalu lama menatap layar, stres, atau posisi tidur yang tidak nyaman dapat menyebabkan leher menjadi kaku. Kondisi ini sering kali menjalar ke kepala dan memicu timbulnya sakit kepala. Beberapa kebiasaan berikut sering kali menjadi penyebab sakit kepala karena kelelahan tanpa disadari.

1. Terlalu Lama Menatap Layar

Bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel selama berjam-jam dapat menyebabkan mata lelah dan meningkatkan ketegangan otot leher.

2. Kurang Tidur

Tidur kurang dari kebutuhan tubuh membuat otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sehingga risiko sakit kepala meningkat.

3. Duduk dengan Postur yang Kurang Baik

Membungkuk atau menunduk terlalu lama saat bekerja memberikan beban lebih pada otot leher dan bahu.

4. Jarang Bergerak

Duduk terus-menerus tanpa peregangan membuat otot menjadi kaku sehingga memicu sakit kepala.

5. Dehidrasi

Kurang minum air putih dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan, yang merupakan salah satu penyebab umum sakit kepala.

6. Terlambat Makan

Kadar gula darah yang menurun akibat melewatkan waktu makan juga dapat memicu kepala terasa pusing dan berat.

7. Stres Berkepanjangan

Tekanan pekerjaan, kurang waktu istirahat, maupun masalah sehari-hari dapat meningkatkan risiko munculnya sakit kepala tegang.

 

Cara Mengatasi Kepala Terasa Berat dan Pusing

Apabila keluhan masih tergolong ringan, berikut beberapa cara mengatasi kepala terasa berat dan pusing yang dapat dilakukan di rumah.

  1. Beristirahat sejenak. Hentikan aktivitas selama beberapa menit. Beri kesempatan tubuh dan pikiran untuk rileks sebelum kembali bekerja.
  2. Cobalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata.
  3. Lakukan gerakan peregangan. Meregangkan otot leher, bahu, dan punggung setiap 1–2 jam apabila bekerja di depan komputer.
  4. Minum air putih yang cukup. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi sepanjang hari.
  5. Tidur yang berkualitas. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri.
  6. Gunakan obat pereda nyeri bila diperlukan. Apabila sakit kepala cukup mengganggu aktivitas dan tidak membaik setelah beristirahat, kamu juga bisa minum obat pereda nyeri sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Hindari penggunaan obat secara berlebihan karena dapat memicu sakit kepala akibat penggunaan obat yang terlalu sering.


Artikel Lainnya: Sakit Kepala Belakang Sebelah Kiri Bikin Nggak Fokus Kerja? Coba Lakukan Ini!

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apa penyebab sakit kepala karena kelelahan?

Sakit kepala karena kelelahan umumnya dipicu oleh kurang tidur, stres, aktivitas fisik atau mental yang berlebihan, dehidrasi, postur tubuh yang kurang baik, serta terlalu lama bekerja di depan komputer.

2. Apakah kepala terasa berat dan leher kaku selalu disebabkan oleh kelelahan?

Tidak selalu. Selain kelelahan dan ketegangan otot, keluhan ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti migrain, gangguan pada tulang belakang leher, atau infeksi tertentu. Jika keluhan sering kambuh atau disertai gejala berat, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

3. Bagaimana cara mencegah sakit kepala karena kelelahan?

Menerapkan waktu istirahat secara berkala saat bekerja di depan komputer juga dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala akibat kelelahan. Tidur yang cukup, mengelola stres, menjaga postur tubuh saat bekerja, melakukan peregangan secara berkala, mencukupi kebutuhan cairan, makan teratur, dan rutin berolahraga dapat membantu mencegah sakit kepala akibat kelelahan.


Source: