Sakit Kepala Belakang Sebelah Kiri Bikin Nggak Fokus Kerja? Coba Lakukan Ini!

Sakit Kepala Belakang Sebelah Kiri Bikin Nggak Fokus Kerja? Coba Lakukan Ini!

Pernah sedang fokus menyelesaikan pekerjaan, tiba-tiba muncul sakit kepala belakang sebelah kiri yang membuat konsentrasi buyar? Kondisi ini memang cukup sering dialami banyak orang, terutama mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau sedang menghadapi tekanan pekerjaan.

Meski sering kali tidak berbahaya, sakit kepala yang muncul hanya di satu sisi tetap perlu dikenali penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab dan cara penanganannya, kamu bisa lebih cepat mengatasi keluhan sehingga aktivitas dan produktivitas tetap terjaga.

 

Kenapa Sakit Kepala Belakang Sebelah Kiri Bisa Terjadi?

Melansir Alodokter, sakit kepala belakang sebelah kiri bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh gangguan pada otot, saraf, pembuluh darah, maupun kondisi medis tertentu. Rasa nyerinya pun bisa berbeda-beda, mulai dari berdenyut, menusuk, hingga terasa seperti ditekan. Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

1. Sakit kepala tegang (Tension Headache)

Ini merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami pekerja kantoran. Duduk terlalu lama, postur tubuh yang kurang baik, stres, atau otot leher yang tegang dapat memicu nyeri di bagian belakang kepala hingga leher. Biasanya rasa nyeri terasa seperti ditekan atau diikat, dan dapat muncul di salah satu sisi kepala.

2. Migrain atau sakit kepala sebelah

Migrain sering menyebabkan sakit kepala pada satu sisi, termasuk sisi kiri. Serangan migrain dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari jika tidak ditangani. Selain nyeri berdenyut, migrain juga dapat disertai:

  • Sensitif terhadap cahaya dan suara
  • Mual atau muntah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pandangan kabur pada sebagian orang

3. Ketegangan Otot Leher

Bekerja terlalu lama tanpa peregangan dapat membuat otot leher dan bahu menjadi kaku. Ketegangan ini bisa menjalar hingga menyebabkan nyeri di bagian belakang kepala sebelah kiri.

4. Kurang Tidur dan Kelelahan

Jam tidur yang tidak cukup membuat tubuh lebih rentan mengalami sakit kepala. Ditambah beban pekerjaan yang tinggi, keluhan ini dapat semakin sering muncul.

5. Dehidrasi

Kurang minum air putih dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi otak sehingga memicu sakit kepala, termasuk di bagian belakang kepala.

6. Stres Berlebihan

Saat stres, tubuh menghasilkan hormon yang meningkatkan ketegangan otot sekaligus memicu munculnya sakit kepala. Inilah mengapa tekanan pekerjaan sering menjadi salah satu pemicunya.

 

Kenapa Sakit Kepala Membuat Sulit Fokus Saat Bekerja?

Ketika kepala terasa nyeri, otak harus membagi perhatian antara memproses rasa sakit dan menjalankan fungsi berpikir. Akibatnya, kita bisa mengalami berbagai kondisi seperti menurunnya konsentrasi, kesulitan dalam mengambil keputusan, cenderung lebih mudah melakukan kesalahan saat bekerja, produktivitas menurun, dan lebih mudah merasa Lelah. Jika kondisi ini terus berulang, performa kerja maupun kualitas hidup sehari-hari juga dapat ikut terdampak.

 

Kapan Masih Termasuk Ringan, dan Kapan Harus Diwaspadai?

Tidak semua sakit kepala membutuhkan penanganan darurat. Namun, penting untuk mengetahui tanda-tandanya. Sakit kepala bisa dikatakan ringan jika:

  • Nyeri muncul setelah kelelahan atau stres.
  • Intensitas nyeri ringan hingga sedang.
  • Hanya terjadi sesekali dan akan membaik setelah beristirahat.
  • Tidak disertai gangguan saraf atau gejala lain yang berat. 

Sebaliknya, segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter jika:

  • Sakit kepala muncul sangat hebat secara tiba-tiba.
  • Disertai demam tinggi atau leher terasa kaku.
  • Mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Sulit berbicara atau mengalami kebingungan.
  • Penglihatan terganggu.
  • Nyeri muncul setelah cedera kepala.
  • Sakit kepala semakin sering atau semakin berat meski sudah minum obat.

 

Tips Menghilangkan Sakit Kepala Secara Sederhana

Jika keluhan masih tergolong ringan, beberapa cara berikut dapat membantu meredakan gejalanya.

1.                   Segera beristirahat

Hentikan pekerjaan selama 10–15 menit. Beristirahat sejenak dapat membantu mengurangi ketegangan pada mata dan otot leher.

2.                   Lakukan gerakan peregangan

Gerakkan leher secara perlahan, putar bahu, dan lakukan peregangan ringan agar otot yang tegang menjadi lebih rileks.

3.                   Perbanyak minum air putih

Pastikan tubuh tetap terhidrasi, terutama jika bekerja di ruangan ber-AC yang dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

4.                   Kurangi paparan layar

Terlalu lama menatap monitor dapat memperparah sakit kepala. Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik.

5.                   Kompres hangat atau dingin

Kompres hangat pada leher dapat membantu mengurangi ketegangan otot, sedangkan kompres dingin di area kepala dapat membantu meredakan nyeri pada sebagian orang.

Bila cara sederhana belum cukup membantu, kamu dapat mengonsumsi obat sesuai dengan jenis sakit kepala yang dialami dan diminum sesuai dengan petunjuk penggunaan. Hindari penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan atau terlalu sering. Jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat lain, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat.

Apabila sakit kepala tidak membaik setelah mengonsumsi obat, justru semakin berat, atau sering kambuh, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

 

Cara Mencegah Sakit Kepala agar Tidak Mudah Kambuh

Selain mengetahui tips menghilangkan sakit kepala, langkah pencegahan juga penting agar keluhan tidak terus berulang. Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan yaitu:

  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh.
  • Jangan melewatkan waktu makan.
  • Atur posisi duduk dan tinggi monitor agar ergonomis.
  • Lakukan peregangan setiap 1–2 jam saat bekerja.
  • Kelola stres dengan relaksasi, olahraga ringan, atau hobi yang disukai.
  • Batasi konsumsi kafein berlebihan.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.


Artikel Lainnya: Habis Beberes Rumah Malah Bersin-Bersin? Waspadai Alergi Debu dan Pilek Alergi

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apakah sakit kepala belakang sebelah kiri selalu berarti migrain?

Tidak. Selain migrain, keluhan ini juga dapat disebabkan oleh sakit kepala tegang, ketegangan otot leher, kurang tidur, dehidrasi, atau stres.

2. Apa tips menghilangkan sakit kepala saat sedang bekerja?

Beristirahat sejenak, melakukan peregangan, minum air putih, mengurangi paparan layar, serta menjaga posisi duduk tetap ergonomis dapat membantu meredakan sakit kepala belakang sebelah kiri saat bekerja. Selain itu, kamu juga bisa minum obat sakit kepala yang tidak menyebabkan ngantuk.

3. Kapan sakit kepala harus diperiksakan ke dokter?

Segera periksa jika nyeri muncul mendadak dan sangat hebat, disertai gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, sulit berbicara, demam tinggi, leher kaku, atau tidak membaik meski sudah diobati.

 

Source:

Alodokter - https://www.alodokter.com/sakit-kepala-belakang-sebelah-kiri-ketahui-penyebab-dan-pencegahannya