Habis Beberes Rumah Malah Bersin-Bersin? Waspadai Alergi Debu dan Pilek Alergi

Habis Beberes Rumah Malah Bersin-Bersin? Waspadai Alergi Debu dan Pilek Alergi

Pernah mengalami bersin-bersin setelah menyapu, mengganti sprei, atau membersihkan lemari? Banyak orang mengira kondisi ini hanya masuk angin atau flu biasa. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda pilek alergi, yaitu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap partikel kecil yang beterbangan di udara, lho.

 Meski umumnya tidak berbahaya, gejala alergi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika sering kambuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, cara mengatasinya, dan langkah pencegahan agar keluhan tidak terus berulang.

 

Mengenal Gejala Pilek Alergi

American College of Allergy Asthma and Immunology menjelaskan bahwa saat membersihkan rumah, berbagai partikel kecil seperti debu, tungau, serpihan kulit hewan, jamur, atau serbuk sari dapat beterbangan di udara. Pada orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh menganggap partikel tersebut sebagai zat berbahaya sehingga melepaskan zat kimia bernama histamin.

Pelepasan histamin inilah yang memicu berbagai gejala, seperti:

  • Bersin berulang tanpa disertai demam
  • Hidung meler atau tersumbat.
  • Hidung, mata, atau tenggorokan terasa gatal.
  • Mata berair.
  • Rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan. 

Gejala biasanya muncul segera setelah terpapar debu dan dapat berlangsung selama paparan masih terjadi. Selain debu, pada sebagian orang, udara dingin juga dapat memicu gejala seperti bersin dan hidung berair. Kondisi ini sering disebut sebagai alergi dingin bersin, meskipun pada banyak kasus sebenarnya merupakan rinitis yang dipicu oleh udara dingin, bukan alergi terhadap suhu dingin itu sendiri.

 

Cara Mengatasi dan Mengurangi Pilek Alergi

Mengurangi paparan alergen merupakan langkah utama untuk mengendalikan gejala alergi. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Kurangi penggunaan karpet, gorden, dan tirai, terutama di kamar tidur, karena mudah menjadi tempat berkumpulnya debu.
  • Hindari membiarkan hewan peliharaan masuk ke kamar tidur. Jika memungkinkan, batasi keberadaannya di dalam rumah.
  • Jaga kelembapan udara di rumah agar tidak terlalu tinggi.
  • Gunakan pelindung anti tungau pada kasur dan bantal.
  • Cuci sprei, sarung bantal, dan selimut secara rutin menggunakan air panas.
  • Gunakan masker saat membersihkan rumah agar tidak menghirup debu.
  • Pilih obat sakit kepala yang tidak menyebabkan ngantuk sehingga tidak mengganggu produktivitas.
  • Cuci hidung dengan larutan saline. Larutan saline dapat membantu membersihkan debu dan alergen dari rongga hidung sehingga gejala berkurang.
  • Perbanyak minum air putih. Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran napas.

Apabila gejala cukup mengganggu, minum obat alergi yang mengandung antihistamin dapat membantu mengurangi bersin, hidung meler, dan rasa gatal. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.


Artikel Lainnya: Deadline Menumpuk Saat Sakit Kepala Berat? Ini Cara Mengatasinya!

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Kenapa saya selalu bersin setelah membersihkan rumah?

Kemungkinan Anda terpapar debu, tungau, atau alergen lain yang beterbangan saat membersihkan rumah. Pada orang yang memiliki alergi, paparan tersebut dapat memicu bersin, hidung meler, dan rasa gatal.

2.  Apa bedanya pilek alergi karena debu dengan flu biasa?

Alergi debu dipicu oleh paparan alergen dan biasanya disertai bersin berulang, hidung serta mata gatal, tanpa demam. Sementara itu, flu disebabkan oleh infeksi virus dan sering disertai demam, nyeri badan, atau rasa lemas.

3. Apakah udara dingin bisa menyebabkan bersin?

Ya. Pada sebagian orang, udara dingin dapat memicu bersin dan hidung berair. Kondisi ini sering dikenal sebagai alergi dingin bersin, meskipun umumnya merupakan respons saluran hidung terhadap udara dingin, bukan alergi terhadap suhu dingin.

 

Source: