5 Kebiasaan Sehat Ini Bisa Kurangi Gejala Pilek Alergi

5 Kebiasaan Sehat Ini Bisa Kurangi Gejala Pilek Alergi

Pilek alergi sering kali disangka sebagai flu biasa karena sama-sama menyebabkan hidung meler dan bersin. Padahal, jika gejala seperti bersin berulang, hidung meler, hidung tersumbat, atau hidung terasa gatal muncul terutama saat pagi hari atau setelah terpapar debu, bisa jadi Anda mengalami pilek alergi.

Rhinitis alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu (alergen), seperti debu, tungau, bulu hewan, serbuk sari, atau jamur. Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan dengan menerapkan kebiasaan sehat sehari-hari dan menghindari pemicunya.

Berikut lima kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya pilek alergi.


1. Kenali Pemicu Pilek Alergi yang Sering Terabaikan

Langkah pertama untuk mengendalikan pilek alergi adalah mengenali apa yang menjadi pemicunya. Setiap orang bisa memiliki alergen yang berbeda. Ada yang mudah bersin saat membersihkan rumah, ada pula yang gejalanya muncul ketika berada di ruangan ber-AC, bermain dengan hewan peliharaan, atau saat musim tertentu.

Selain itu, beberapa faktor seperti asap rokok, polusi udara, parfum yang menyengat, dan perubahan suhu memang bukan alergen, tetapi dapat memperparah gejala pada orang yang sudah memiliki rhinitis alergi.

Hal ini juga dijelaskan dalam jurnal Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma (ARIA) yang menyebutkan bahwa identifikasi dan pengendalian faktor pencetus merupakan salah satu langkah utama dalam tata laksana rhinitis alergi untuk membantu mengurangi frekuensi kambuhnya gejala.


2. Jaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan Sekitar

Debu rumah dan tungau merupakan pemicu pilek alergi yang paling sering ditemukan. Karena itu, menjaga kebersihan rumah menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar.

Bersihkan lantai dan permukaan furnitur secara rutin menggunakan kain lembap agar debu tidak beterbangan. Cuci sprei, sarung bantal, dan selimut secara berkala dan jangan lupa membersihkan karpet, sofa, dan gorden yang dapat menjadi tempat menumpuknya debu. Pastikan pula sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik agar kelembapan tidak terlalu tinggi, sehingga pertumbuhan jamur dapat diminimalkan.


3. Gunakan Masker Saat Berada di Area Berdebu

Jika harus berada di lingkungan yang berdebu, seperti saat membersihkan gudang, berkebun, atau berada di jalanan dengan polusi tinggi, gunakan masker agar paparan partikel alergen dapat dikurangi.

Masker membantu menyaring sebagian debu, serbuk sari, maupun partikel lain yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah munculnya bersin dan hidung meler, terutama pada orang yang memiliki alergi terhadap debu.


4. Hindari Paparan Alergen yang Memicu Gejala

Setelah mengetahui pemicu alergi, usahakan untuk mengurangi paparan sebisa mungkin. Misalnya, jika alergi terhadap bulu hewan, batasi kontak langsung dengan hewan peliharaan. Jika sensitif terhadap serbuk sari, hindari beraktivitas di luar ruangan saat kadar serbuk sari sedang tinggi.

Dalam jurnal Allergy dijelaskan bahwa menghindari paparan alergen yang telah diketahui merupakan bagian penting dalam pengelolaan rhinitis alergi dan dapat membantu mengurangi kebutuhan penggunaan obat pada sebagian penderita.


5. Cara Membantu Meredakan Gejala Saat Pilek Alergi Kambuh

Apabila gejala tetap muncul meski sudah berupaya menghindari pemicu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Beristirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, dan membersihkan hidung menggunakan larutan saline dapat membantu membuat hidung terasa lebih nyaman.

Jika bersin, hidung meler, atau hidung gatal mulai mengganggu aktivitas sehari-hari segera minum obat khsus pereda pilek alergi dapat membantu meredakan gejala.

Dengan mengenali pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat, gejala pilek alergi umumnya dapat lebih terkontrol sehingga risiko kambuhnya dapat berkurang. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu Anda tetap nyaman beraktivitas tanpa sering terganggu oleh bersin dan hidung meler.


Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Cara Agar Liburan Tetap Nyaman Meski Mendadak Flu dan Batuk


FAQ

1. Apa bedanya pilek alergi dengan flu biasa?

Pilek alergi biasanya ditandai dengan bersin berulang, hidung gatal, dan hidung meler tanpa disertai demam. Sementara flu umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan sering disertai demam, nyeri badan, serta rasa lemas.

2. Apakah pilek alergi bisa sembuh total?

Rhinitis alergi merupakan kondisi yang cenderung berlangsung jangka panjang. Namun, gejalanya dapat dikendalikan dengan menghindari alergen, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan obat bila diperlukan.

3. Kapan sebaiknya mengonsumsi obat pereda pilek alergi?

Obat pereda pilek alergi dapat digunakan ketika gejala alergi seperti bersin, hidung meler, atau hidung gatal mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila keluhan sering kambuh atau tidak membaik, konsultasikan dengan dokter.


Daftar Pustaka

  1. Bousquet J, et al. Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma (ARIA) 2020 Revision. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 2020.
  2. Scadding GK, et al. Allergic Rhinitis. Allergy. 2021.
  3. Wallace DV, et al. The Diagnosis and Management of Rhinitis: An Updated Practice Parameter. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 2020.