Benarkah Alergi Dingin dan Bersin Dipicu Faktor Keturunan?

Benarkah Alergi Dingin dan Bersin Dipicu Faktor Keturunan?

Banyak orang mengira bersin karena udara dingin atau pilek alergi yang sering kambuh pasti disebabkan oleh faktor keturunan dari orang tua. Tidak sedikit pula yang bertanya-tanya, apakah jika ayah atau ibu memiliki riwayat alergi, maka anak pasti akan mengalami kondisi yang sama. Faktanya, hubungan antara faktor keturunan dan alergi memang ada, tetapi tidak sesederhana itu. Simak penjelasannya berikut.


Apa Itu Alergi Dingin?

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah "alergi dingin" sering digunakan untuk menggambarkan keluhan bersin, hidung meler, atau hidung tersumbat setelah menghirup udara dingin. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan rhinitis alergi, bukan alergi dingin pada kulit (cold urticaria).

Udara dingin sendiri tidak selalu menjadi alergen. Namun, suhu dingin dapat menjadi pemicu yang membuat saluran napas menjadi lebih sensitif sehingga gejala alergi lebih mudah muncul pada orang yang memang memiliki kecenderungan alergi.


Benarkah Faktor Keturunan Memengaruhi Risiko Alergi?

Jawabannya, ya, tetapi faktor keturunan bukan satu-satunya penyebab.

Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit alergi, seperti rhinitis alergi atau asma, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan genetik pada sistem imun untuk menghasilkan respons alergi terhadap alergen tertentu.

Hal tersebut juga dijelaskan dalam jurnal Nature Reviews Disease Primers yang menyebutkan bahwa penyakit alergi merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Artinya, seseorang mungkin mewarisi bakat alergi dari keluarganya, tetapi muncul atau tidaknya gejala tetap dipengaruhi oleh paparan lingkungan dan gaya hidup.

Dengan kata lain, memiliki riwayat alergi dalam keluarga bukan berarti seseorang pasti akan mengalami alergi. Sebaliknya, orang tanpa riwayat keluarga pun tetap dapat mengalami alergi apabila terdapat faktor risiko lain.


Pemicu Alergi Dingin yang Sering Ditemui Sehari-hari

Selain faktor keturunan, berbagai kondisi sehari-hari dapat memicu munculnya gejala alergi ketika cuaca dingin, antara lain:

  • Berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
  • Mandi atau berenang dengan air dingin.
  • Terpapar angin dingin saat berkendara.
  • Pergantian cuaca secara tiba-tiba.
  • Paparan debu, tungau, atau bulu hewan yang memperberat rhinitis alergi.

Dalam jurnal Allergy dijelaskan bahwa paparan alergen lingkungan, seperti tungau debu rumah dan serbuk sari, berperan besar dalam munculnya gejala rhinitis alergi pada individu yang memiliki predisposisi genetik.


Cara Mengurangi Risiko Munculnya Gejala

Meski faktor genetik tidak dapat diubah, risiko kambuhnya gejala alergi tetap bisa dikurangi melalui beberapa langkah sederhana.

Gunakan pakaian hangat saat cuaca dingin atau berada di ruangan ber-AC, hindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem, serta rutin menjaga kebersihan rumah agar paparan debu dan tungau berkurang. Bila mengetahui pemicu alergi tertentu, usahakan untuk menghindarinya sebisa mungkin.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara rutin juga dapat membantu tubuh tetap sehat sehingga keluhan tidak mudah kambuh.


Kapan Gejala Alergi Perlu Ditangani dengan Obat?

Apabila gejala seperti bersin berulang, hidung meler, dan hidung tersumbat akibat udara dingin, tanpa disertai demam atau pusing mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, penggunaan obat pereda alergi dapat menjadi pilihan untuk membantu meredakanya. Pastikan Anda mengonsumsi obat khusus pilek alergi, bukan obat untuk flu dan batuk biasa agar obat dan bekerja dengan tepat dan efektif.

Memahami bahwa alergi dipengaruhi oleh kombinasi faktor keturunan dan lingkungan dapat membantu Anda lebih waspada terhadap berbagai pemicunya. Dengan mengenali faktor risiko sejak dini serta melakukan pencegahan yang tepat, gejala alergi dapat dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.


Artikel Lainnya: 5 Kebiasaan Sehat Ini Bisa Kurangi Gejala Pilek Alergi


FAQ

1. Jika orang tua memiliki alergi, apakah anak pasti akan mengalami alergi juga?

Tidak. Riwayat keluarga memang meningkatkan risiko, tetapi tidak menjamin seseorang pasti mengalami alergi karena faktor lingkungan juga berperan besar.

2. Apakah udara dingin merupakan penyebab utama alergi?

Tidak selalu. Pada banyak orang, udara dingin lebih berperan sebagai pemicu munculnya gejala pada individu yang memang memiliki kecenderungan alergi.

3. Kapan sebaiknya minum obat alergi?

Obat antihistamin dapat digunakan ketika gejala alergi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila gejala berat, sering kambuh, atau disertai sesak napas dan pembengkakan, segera konsultasikan ke dokter.



Daftar Pustaka

  1. Akdis CA, et al. The Pathogenesis of Allergic Disease. Nature Reviews Disease Primers. 2020.
  2. Bousquet J, et al. Allergic Rhinitis. Allergy. 2020.
  3. Maurer M, et al. The International EAACI/GA²LEN/EuroGuiDerm/APAAACI Guideline for Urticaria. Allergy. 2022.