Setiap kita pasti pernah merasakan yang namanya persaingan. Umumnya semangat bersaing yang sehat justru malah menggerakkan kita untuk maju dalam kehidupan. Yuk menangkan harimu dengan 5 langkah persaingan sehat berikut ini :

• Tetapkan target yang realistis
Peribahasa rumput tetangga lebih hijau biasanya jadi alasan kita memulai suatu persaingan. Tak ada salahnya kok, bersaing seperti ini. Yang penting, kita realistis dengan target kita. Tentukan tujuan sampai sejauh mana kamu ingin mengejar hal yang lebih tinggi, sambil juga memperhitungkan keadaanmu sekarang. Ada baiknya, kita fokus dengan target-target kecil dalam jangka pendek. Setiap target tersebut tercapai, kamu akan jadi termotivasi dan siap untuk meraih target berikutnya.
 
• Bersainglah dengan alasan positif
Jangan bersaing karena didasari perasaan seperti iri dan tak mau kalah ya. Bersainglah hanya jika kamu tahu persaingan ini ada faedahnya. Misalnya akan mendorongmu mengejar hasil yang lebih baik dengan cara yang baik pula.

• Sikapi dengan positif
Bukan cuma bersaing dengan orang lain, kita juga bisa bersaing dengan diri sendiri di masa lalu. Akhirnya akibat terlalu banyak persaingan, kita jadi stres sendiri. Kamu perlu mengelola stres agar persaingan ini tak menjadi beban psikologis. Contohnya dengan menyikapi persaingan dengan positive thinking, berbagi pikiran dan mendiskusikan kemajuanmu dengan mereka yang mendukungmu, dan melupakannya saat sedang menikmati waktu luang.

• Jangan putus asa bila kalah bersaing
Seperti perlombaan, apapun bentuk persaingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Jika kamu kalah bersaing, janganlah larut dalam kesal dan sesal. Segeralah bangkit kembali dan bersiap untuk persaingan berikutnya.

• Hormati diri sendiri dan orang lain
Setiap persaingan yang sehat tentu saja berada dalam jalur yang baik dan mengikuti norma-norma yang berlaku. Jika sudah mulai mengorbankan moral, ini sebetulnya merupakan gejala kalau kita sudah tidak menghormati diri kita sendiri dan orang lain. “Kesuksesan” yang kita raih pun jadi tak sebanding dengan kualitas dan kemampuan kita. Ujungnya kita akan kesulitan untuk membuktikan dan mempertahankannya. Sebaliknya, persaingan yang didasari hormat pada diri sendiri dan orang lain akan menjanjikan kemajuan yang pasti. Bahkan jika image kita baik, pastinya bakal mengundang respek di mata orang.

ARTIKELTERKAIT

3 Profesi yang Paling Sering Alami Sakit Kepala Mencengkram
30-March-2019

3 Profesi yang Paling Sering Alami Sakit Kepala Mencengkram

3 Profesi yang Paling Sering Alami Sakit Kepala Mencengkram - Mengapa demikian? Sebab, bisa saja perilaku dan kegiatan sehari-hari adalah .... read more
Hati-hati, 4 Momen Penting Ini Bisa Kacau Akibat Sakit Kepala Sebelah
24-March-2019

Hati-hati, 4 Momen Penting Ini Bisa Kacau Akibat Sakit Kepala Sebelah

Hati-hati, 4 Momen Penting Ini Bisa Kacau Akibat Sakit Kepala Sebelah - Beberapa tips ini mungkin bisa Anda coba pada .... read more
Kapan Sakit Kepala dan Pusing Perlu Dikhawatirkan?
15-March-2019

Kapan Sakit Kepala dan Pusing Perlu Dikhawatirkan?

Kapan Sakit Kepala dan Pusing Perlu Dikhawatirkan? Sebagian sakit kepala mungsin saja memang hanya gangguan kesehatan ringan atau kelelahan yang .... read more