Sakit Kepala Setelah Long Run? Lakukan Ini untuk Mengatasinya!

Sakit Kepala Setelah Long Run? Lakukan Ini untuk Mengatasinya!

Mengalami sakit kepala setelah long run atau lari jarak jauh dengan kecepatan sedang tentu menjadi hal yang wajar terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi akibat terlalu banyaknya cairan tubuh yang keluar melalui keringan dan memicu dehidrasi. Tak perlu khawatir, umumnya sakit kepala setelah lari akan mereda setelah mencukupi kebutuhan air mineral maupun cairan elektrolit setelah lari.

Penyebab sakit kepala setelah lari jarak jauh

Selain dehidrasi, sakit kepala setelah lari jarak jauh juga bisa dipicu oleh beberapa faktor lainnya. Agar lebih waspada dan bisa langsung mengatasinya dengan baik, yuk simak beberapa penyebabnya berikut ini.

  1. Cuaca yang cukup terik dan panas

Umumnya, kebanyakan orang akan melakukan olahraga lari jarak jauh di luar ruangan, seperti di stadion, jogging track, atau menelusuri jalanan dengan jarak tertentu. Kegiatan ini tentunya membuat para pelari harus menghadapi panasnya udara dan papran teriknya matahari dalam waktu yang cukup lama. Hal inilah yang bisa membuat tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak, mudah merasa lelah, hingga timbul rasa nyeri sakit kepala sebelah.

Nah, jika Anda sudah mulai merasakan gejala akan timbulnya sakit kepala sebelah, sebaiknya pelankan kecepatan berlari, cari lokasi atau rute lari yang lebih teduh, atau bisa juga dengan beristirahat sejenak. Tak hanya itu saja, jika Anda memutuskan untuk long run, pastikan untuk menggunakan topi dan juga kacamata hitam untuk melindungi dari paparan sinar matahari secara langsung, ya.

  1. Ketidakseimbangan elektrolit

Sakit kepala sebelah baik saat maupun setelah berlari juga bisa dipicu oleh ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Melansir dari Kompas.com, rendahnya kadar natrium atau hyponatremia terjadi setelah menelan terlalu banyak air karena pelari meminum cairan selama berlari. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan di otak dan akhirnya memicu timbulnya sakit kepala.

Untuk menghindari ketidakseimbangan elektrolit, khususnya jika lari lebih dari satu jam, sebaiknya konsumsilah elektrolit satu jam sebelum lari dan kemudian setiap 15 hingga 20 menit saat berlari. Elektrolit ini sendiri dapat berupa gel cair, kapsul, atau cairan yang mengandung elektrolit.

  1. Teknik lari yang kurang tepat

Meski terlihat mudah, namun ternyata untuk dapat lari jarak jauh secara optimal membutuhkan persiapan yang cukup dan juga dilakukan dengan teknik lari yang tepat. Jika tidak, Anda mungkin saja akan mengalami kelelahan dan otot tegang terutama di bagian leher dan bahu yang menyebabkan sakit kepala sebelah.

Oleh karena itu, sebaiknya berlatihlah dengan cukup sebelum berlari jarak jauh. Bila perlu, mintalah bantuan pelatih khusus lari untuk mengajarkan teknik lari yang baik dan benar. Tak hanya itu saja, pastikan untuk melakukan pemanasan sebelum berlari dan pendinginan setelah selesai lari jarak jauhnya, ya.

  1. Berkurangnya aliran oksigen ke otak

Lari jarak jauh merupakan salah satu jenis olahraga dengan intensitas tinggi. Tak heran jika pada akhirnya orang yang melakukannya akan merasa kesulitan mengambil napas atau napasnya tersengal. Hal ini terjadi akibat penggunaan kekuatan tubuh yang berlebihan dan membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, pasukan darah ke otak menurun dan menyebabkan aliran oksigen juga berkurang, sehingga menimbulkan sakit kepala sebelah.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya atur juga teknik bernapas saat berlari. Misalnya dengan ambil napas melalui hidung setiap empat langkah dan mengeluarkannya lewat mulut.

  1. Gula darah menurun

Sakit kepala sebelah yang terjadi setelah lari jarak jauh juga bisa terjadi akibat menurunnya kadar gula dalam darah secara mendadak. Sebelum nyeri di kepala terjadi, biasanya akan muncul gejala seperti tubuh terasa gemetar, keringat dingin, dan tubuh terasa lemas. Umumnya, hal ini terjadi akibat Anda lari dalam keadaan perut kosong.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mengisi perut Anda satu jam sebelum berolahraga. Tak perlu makanan berat yang justru akan menyebabkan kram perut, mual, muntah, dan side sticth saat lari, Anda bisa mengonsumsi satu lembar roti tawar maupun protein bar.

Jika sakit kepala sebelah setelah lari cukup mengganggu aktivitas Anda, segera atasi dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Istirahat dalam ruangan yang tenang, pencahayaan yang tidak terlalu gelap atau terang
  2. Memberikan pijatan ringan di bagian kepala yang terasa nyeri atau di pelipis
  3. Mengompres dengan air dingin di bagian atas dagu atau belakang leher
  4. Melakukan gerakan peregangan untuk membuat otot menjadi lebih rileks
  5. Minum obat pereda nyeri yang mengandung paracetamol dan propifenazon yang efektif cepat mengatasi migrain.