Berselisih paham dengan lawan jenis bukan hal aneh. Pria dan wanita memang berbeda cara berpikirnya. Apa sih sebenarnya perbedaan dalam otak keduanya?

Secara umum para peneliti menemukan perbedaan mendasar antara otak pria dan wanita. Seperti dilansir dari Psychology Today, otak pria menggunakan materi abu-abu lebih banyak dibandingkan wanita. Sementara wanita menggunakan materi putih lebih banyak. Artinya, sekali pria terlibat dalam sebuah aktivitas mereka akan lebih fokus dan cenderung tidak peka terhadap orang lain dan sekitarnya. Sementara materi putih adalah jaringan yang menghubungkan materi abu-abu dan pusat pengolahan lainnya dalam otak satu sama lain. Itu menjelaskan mengapa wanita lebih akrab dengan multitasking dibandingkan pria.

Sementara dari segi struktur, umumnya wanita memiliki hippocampus atau pusat memori lebih besar. Wanita juga memiliki kepadatan koneksi saraf yang lebih tinggi ke dalam hippocampus. Itu sebabnya wanita cenderung lebih  bisa merasakan dan mengingat apa yang terjadi karena menyerap informasi dari pancaindra lebih baik dari pria. 

Sel-sel otak yang mengontrol empati juga lebih banyak ditemukan pada wanita, dibandingkan pria. Itu sebabnya mengapa pria cenderung ‘dingin’ saat menghadapi peristiwa yang emosional. Menurut Profesor Simon Baron-Cohen dari Universitas Cambridge, seperti dilansir BBC, ada dua tipe otak manusia secara umum yaitu, empathiser (pandai mengidentifikasi pikiran dan perasaan orang) dan systemiser (lebih tertarik menganalisa sistem). Meski setiap orang memiliki kedua sifat otak tersebut, namun pria cenderung systemiser dan wanita cenderung empathiser.

Namun perbedaan tersebut tidak mutlak. Ada juga pengaruh pola asuh, kebiasaan, tumbuh kembang, pendidikan, nutrisi, dan pengaruh sosial yang memengaruhi perkembangan otak masing-masing individu.

Foto: Shutterstock

ARTIKELTERKAIT

PENTING, Simak Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Dari Virus di Musim yang Tidak Menentu
26-March-2020

PENTING, Simak Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Dari Virus di Musim yang Tidak Menentu

Dalam beberapa kasus positif COVID-19, sebagian besar penderitanya mengalami gejala batuk, flu, sakit tenggorokan, merasa sangat kelelahan, hingga kesulitan untuk .... read more
Waspada Terhadap Flu dan Batuk Saat Perubahan Cuaca, Intip Cara Mudahnya Berikut Ini
25-February-2020

Waspada Terhadap Flu dan Batuk Saat Perubahan Cuaca, Intip Cara Mudahnya Berikut Ini

Kondisi cuaca yang tidak menentu seringkali menjadi faktor utama mengapa seseorang bisa dengan mudahnya terserang penyakit seperti flu dan batuk, .... read more
Tips Meredakan Flu dan Batuk Tanpa Ngantuk Saat Berkendara
18-February-2020

Tips Meredakan Flu dan Batuk Tanpa Ngantuk Saat Berkendara

beberapa keluhan yang kerap muncul seperti tenggorokan gatal dan kering, hidung tersumbat, sakit kepala, dan juga batuk yang tak berkesudahan .... read more