Hari gini, masih percaya hoax? Jangan sampai Anda sakit kepala karena keliru mempercayai berita yang tidak betul, ya. Yuk lakukan langkah-langkah ini untuk menyaring informasi yang beredar di dunia maya :

1. Stay calm dan tidak reaktif
Kebanyakan hoax sifatnya sensasional dan kontroversial untuk memancing perhatian orang. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyikapinya dengan tenang. Jika ada orang yang mengajak Anda berdebat kusir soal sebuah hoax, jangan diambil pusing. Tetaplah kalem dan usahakan agar Anda tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Ingatlah bahwa hidup damai berdampingan itu lebih penting dibanding berkonflik di media sosial.

2. Check & recheck pada sumber yang valid
Setelah menerima informasi, apalagi kalau mengandung unsur kontroversial, lebih baik Anda cek kembali kebenaran asal-usul beritanya. Makin kontroversial dan viral sebuah isu, makin dalam pula fakta yang harus Anda gali. Jangan mudah percaya pada rumor yang sering disebar melalui media sosial, mulai dari bentuk gambar seperti meme atau screenshot; tulisan seperti artikel “berita” sensasional dari internet; tulisan pengakuan orang; bahkan juga video. Di jaman yang serba canggih ini, semua bentuk tersebut bisa diedit dan direkayasa. Selalu lakukanlah riset sendiri pada sumber yang valid dan terdaftar di Dewan Pers sebagai media yang bisa dipercaya.

3. Bertanya pada orang yang terpercaya
Jika Anda sedang tidak ada waktu bebas untuk melakukan check & recheck di atas, silahkan tanyakan pada orang yang Anda percayai. Namun Anda harus benar-benar memastikan bahwa orang ini bisa diandalkan. Ia harus bisa menjelaskan mana info yang hoax dan mana yang tidak dengan menunjukkan bukti. Ini berlaku juga jika Anda ingin menjadi seseorang yang bisa dipercaya. Anda harus bisa menunjukkan bukti nyata di balik pernyataan Anda.

4. Membedakan mana opini dan fakta
Secara teori, kita semua tahu opini berbeda dengan fakta. Namun di kehidupan sehari-hari  membedakan dua hal ini bisa bikin sakit kepala. Tanda-tanda opini adalah apapun yang sifatnya “menurut saya…”. Begitu juga dengan bentuk-bentuk tanggapan, prediksi, keluh kesah, dan curahan hati. Jika info yang Anda baca menunjukkan tanda sebagai opini belaka, lebih baik Anda waspadai. Bisa saja ini hanya hoax atau rumor yang tak punya bukti. Parahnya, opini juga sering mengundang perdebatan karena bisa ditanggapi berbeda-beda tergantung sudut pandang masing-masing. Beda dengan sifat sebuah fakta. Fakta mutlak memuat data dan kebenaran yang tidak bisa dipatahkan.

5. Tidak ikut-ikutan menyebar hoax
Kadang kita tanpa sadar bisa menjadi salah satu bagian dari persebaran rumor yang tidak benar dan bisa merugikan orang lain. Hati-hati, karena ini bisa membuat Anda tersandung pasal 28 UU ITE. Untuk itu jangan sampai Anda menyebar info apapun sebelum Anda benar-benar yakin bisa mempertanggungjawabkannya, ya!

6. Yang viral belum tentu benar
Informasi dengan banyak likes, share atau retweet yang membuatnya viral tak lantas menjamin isinya mutlak dan benar. Agar tidak pusing dengan info yang aneh-aneh, saringlah bacaan Anda dengan selektif. Carilah fakta yang kredibel dari media yang diawasi Dewan Pers, dan bukan opini yang tidak jelas. Jika pusing, minum saja bodrex yang mampu bereaksi cepat redakan sakit kepala Anda.

ARTIKELTERKAIT

Sering Sakit Kepala? Ini Cara Aman Menghilangkannya
30-June-2019

Sering Sakit Kepala? Ini Cara Aman Menghilangkannya

Mungkin hal ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sesuai dengan keluhan dan jenis sakit kepala Anda. Berikut ini adalah jenis-jenis .... read more
Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon
21-May-2019

Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon

Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon - Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan sakit .... read more
Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan
14-May-2019

Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan

Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan - Apakah Anda mengalaminya juga setelah kembali dari liburan? Kira-kira, apa saja ya yang .... read more