Kebiasaan yang Menyebabkan Sakit Kepala Saat Musim Hujan

Kebiasaan yang Menyebabkan Sakit Kepala Saat Musim Hujan

Musim hujan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit karena sejumlah faktor yang terkait dengan perubahan lingkungan dan kondisi cuaca. Hal ini disebabkan karena kelembapan udara yang tinggi saat musim hujan menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus penyebab penyakit. Salah satu keluhan yang banyak dialami adalah sakit kepala. Selain pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, seseorang juga cenderung lebih mudah mengalami keluhan sakit kepala jika melakukan beberapa kebiasaan berikut ini.

 

  1. Mengendarai motor tanpa menggunakan jas hujan

Kebiasaan ini dapat memicu timbulnya sakit kepala karena beberapa hal seperti:

  • Paparan angin dingin langsung ke tubuh, termasuk kepala. Angin dingin dapat  menyebabkan pembuluh darah di kepala menyempit, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang. Mengenakan jaket atau jas hujan dapat membantu menjaga suhu tubuh. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak panas karena terpapar dingin dan basah, itu dapat menyebabkan ketegangan otot dan meningkatkan risiko sakit kepala.
  • Kelembapan udara yang disebabkan oleh cuaca basah dan hujan dapat memberikan rasa tidak nyaman pada area kepala hingga menyebabkan sakit kepala.
  • Air hujan yang masuk ke mata selama mengendarai motor dapat memicu ketegangan pada otot  sekitar kepala. Jika dibiarkan, maka dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan meningkatkan risiko sakit kepala.

 

  1. Mengendarai mobil dengan kondisi pakaian basah dan AC yang dingin

Tanpa disadari, mengendarai mobil dalam kondisi kepala dan pakaian yang basah akibat kehujanan juga bisa memicu sakit kepala. Apalagi jika Anda menyalakan AC yang cukup dingin selama perjalanan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, paparan udara dingin yang berlebihan dapat menyebabkan pembuluh darah di kepala dapat menyempit dan memicu sakit kepala. Berikut adalah beberapa faktor yang menjelaskan mengapa pembuluh darah yang menyempit dapat memicu sakit kepala:

  • Ketegangan otot pembuluh darah. Saat pembuluh darah menyempit, otot di sekitarnya mungkin mengalami ketegangan. Ketegangan otot ini dapat menyebabkan sakit kepala, terutama di daerah leher dan kepala.
  • Penurunan aliran darah ke otak akibat kurangnya pasokan darah ke otak yang menyebabkan gangguan fungsional dan memicu sakit kepala
  • Pembuluh darah yang menyempit mungkin mengalami perubahan dalam tebal dindingnya. Perubahan ini dapat memengaruhi elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan ketegangan, yang dapat menciptakan kondisi yang mendukung timbulnya sakit kepala.
  • Perubahan tekanan darah akibat penyempitan pembuluh darah, terutama jika berubah dengan cepat, dapat menjadi faktor yang memicu sakit kepala.
  • Pembuluh darah yang menyempit dapat menjadi tempat peradangan atau reaksi inflamasi. Respon inflamasi ini dapat memicu pelepasan zat kimia yang memengaruhi saraf dan menyebabkan sensasi sakit kepala.

 

  1. Tidak mencukupi kebutuhan tidur dengan baik

Kekurangan tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko timbulnya sakit kepala. Hal ini terjadi karena:

  • Proses regenerasi (pembaruan) sel-sel dalam tubuh tidak berjalan dengan baik.
  • Kekurangan tidur dapat menyebabkan ketegangan otot, terutama di leher dan kepala yang dapat memicu sakit kepala tegang.
  • Kekurangan tidur dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Stres yang tinggi dan kecemasan dapat menjadi pemicu utama sakit kepala, terutama tipe sakit kepala tegang dan migrain.

 

  1. Kurangnya asupan nutrisi

Kurangnya asupan nutrisi dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam tubuh yang dapat berkontribusi pada timbulnya sakit kepala. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kurangnya asupan nutrisi dapat memicu sakit kepala:

  • Kurangnya asupan karbohidrat dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang dikenal sebagai hipoglikemia. Hipoglikemia dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan gejala lainnya karena otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi utama.
  • Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat mengurangi volume darah, meningkatkan ketegangan pembuluh darah, dan menyebabkan sakit kepala.
  • Nutrisi yang cukup penting untuk keseimbangan elektrolit, seperti natrium, kalium, dan magnesium. Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan ketidakseimbangan ion dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan sakit kepala.
  • Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang dapat mengurangi kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke otak. Kurangnya oksigen dapat memicu sakit kepala dan kelelahan.
  • Vitamin B kompleks, seperti B2 (riboflavin), B6 (piridoksin), dan B12, diperlukan untuk kesehatan saraf dan produksi energi. Kekurangan vitamin B dapat memengaruhi fungsi saraf dan berkontribusi pada sakit kepala.

 

  1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Saat musim hujan, kita cenderung lebih jarang minum air mineral karena suhu udara yang cukup dingin. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memicu dehidrasi sebagai salah satu penyebab sakit kepala yang muncul saat musim hujan.

 

Saat sakit kepala melanda, maka cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan minum obat. Pilih obat yang bekerja secara efektif menekan pusat sakit kepala di otak, sehingga keluhannya dapat segera mereda. Namun jika keluhannya semakin parah, segera konsultasikan pada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ya.