Musim hujan dan cuaca dingin identik dengan penyakit flu dan batuk. Meskipun memang, flu dan batuk muncul karena penularan virus, namun nyatanya beberapa kondisi pada musim hujan memang dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah tertular virus penyakit. Lantas, bagaimana cara mencegah serta menyembuhkan flu dan batuk di musim hujan? Simak tips berikut!

Hindari kehujanan

Pastikan Anda tidak meninggalkan jas hujan atau payung. Bawa selalu keduanya untuk persiapan menghadapi musim hujan. Sebeb kondisi basah dan kedinginan akan membuat daya tahan tubuh lebih mudah menurun. Ketika itu kondisi tubuh Anda sangat rentan tertular virus penyakit, termasuk virus flu.

Hangatkan bagian leher

Bukan hanya tubuh secara keseluruhan, hangatkan secara khusus bagian leher dengan syal atau pakaian berkerah tinggi. Bagian leher yang kedinginan lebih mudah mengalami batuk karena alergi. Jika Anda sedang mengalami flu, batuk alergi akan memperburuk keadaan Anda.

Konsumsi makanan hangat

Jangan memperburuk keadaan dengan mengonsumsi makanan dan minumam dingin di tenga musim hujan. Sebaliknya, buat diri Anda nyaman dengan mengonsumsi makanan hangat seperti sup atau soto dan minumlah air hangat untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat dan nyaman. Dengan demikian tubuh Anda akan berada dalam kondisi prima.

Bersihkan tubuh dengan benar

Setiap selesai berkegiatan, khususnya jika kegiatan tersebut melibatkan interaksi dengan banyak orang, cucilah tangan Anda dengan sabun sampai bersih. Selain itu, jika baru pulang dari bepergian, biasakan mandi. Menjaga kebresihan lewat mancuci tangan dan mandi adalah salah satu cara mencegah penularan virus penyakit yang paling efektif.

‘Mandi’ sinar matahari

Meski cuaca lebih sering mendung di musim hujan, namun jika kebetulan sinar matahari cukup cerah berjemurlah walau hanya sebentar. ‘Mandi’ sinar matahari secara teratur selama 15 menit setiap harinya akan mencukupi kebutuhan tubuh terhadap Vitamin D yang bukan hanya baik untuk tulang namun juga meningkatkan kekebalan tubuh Anda.

Jaga terus kondisi tubuh agar terhindar dari flu dan batuk di musim hujan. Jika sampai terserang flu, tangani dengan mengonsumsi bodrex Flu dan Batuk. Yang tersedia dalam dua varian. Jika Flu disertai Batuk berdahak, Anda bisa mengonsumsi bodrex Flu dan Batuk Berdahak PE. Kombinasi paracetamol, phenylephrine, guaifenesin dan bromhexine, bekerja sebagai analgesik-antipiretik (pereda nyeri dan penurun panas), dekongestan (pelega hidung),  mukolitik (pengencer dahak), dan ekspektoran (pengeluaran dahak). Efektif mengeluarkan dahak dan mengatasi rasa gatal di tenggorokan.

Sedangkan jika Anda menderita Flu disertai Batuk tidak berdahak, pilih bodrex Flu dan Batuk PE. Formula paracetamol, phenylephrine, dextromethorphan, bekerja sinergis untuk meredakan gejala Flu seperti demam, hidung tersumbat dan bersin-bersin sekaligus mengatasi Batuk tidak berdahak, kering dan terasa serak di tenggorokan. bodrex Flu & Batuk PE bekerja sebagai analgesik-antipiretik (pereda nyeri dan penurun panas), dekongestan (pelega) hidung dan antitusif (penekan Batuk).

Sedia selalu bodrex Flu dan Batuk di rumah untuk berjaga-jaga saat flu menyerang. Konsumsi obat sesuai anjuran, dan hubungi dokter bila sakit berlanjut!

ARTIKELTERKAIT

Tempo Scan Bantu Percepatan Penanganan COVID-19 di Kalimantan
06-August-2020

Tempo Scan Bantu Percepatan Penanganan COVID-19 di Kalimantan

Tempo Scan Group kembali memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri, obat-obatan, vitamin, dan susu anak untuk percepatan penanganan COVID-19 di .... read more
Tips Mengatasi Sakit Kepala Tegang Mencengkeram Agar Aktivitas Menjadi Kembali Nyaman
25-June-2020

Tips Mengatasi Sakit Kepala Tegang Mencengkeram Agar Aktivitas Menjadi Kembali Nyaman

Mengatasi sakit kepala tegang mencengkeram adalah hal penting yang harus diketahui oleh semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas .... read more
Sakit Kepala Sebelah Kiri Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
18-June-2020

Sakit Kepala Sebelah Kiri Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?

Penyebabnya pun bisa berasal dari beberapa faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis yang lebih serius. Kira-kira apa saja, .... read more