Kalau saat ini Anda sedang sakit kepala sebelah, solusinya mudah saja. Anda tinggal minum bodrex Migra. Praktis, aman, dan reaksinya cepat. Tapi pernah nggak bertanya-tanya, kira-kira bagaimana cara orang jaman dulu meredakan sakit kepalanya? Beberapa upaya pengobatan yang direkomendasikan tabib dan dokter sebelum jaman modern bakalan bikin Anda terkejut dan heran! Simak saja beberapa hal aneh untuk mengatasi migrainnya. Dijamin Anda bakal menghela napas lega karena kini kita sudah tahu cara ini cuma mitos belaka :

  • Menempelkan lintah ke dahi
    Konsep yang meyakini berbagai cairan termasuk darah harus tetap seimbang agar tubuh tetap sehat sudah mulai populer sejak era bapak kedokteran Hippocrates serta ilmuwan Yunani dan Romawi kuno seperti Galen. Jika terkena penyakit, ini disangka sebagai kondisi darah yang tidak seimbang di dalam tubuh, sehingga kalau mau sembuh darah yang tidak seimbang itu harus dikeluarkan. Akhirnya sering dilakukan praktik menyeramkan di mana pasien sengaja dilukai untuk mengeluarkan darah. Bahkan untuk yang sakit kepala, para tabib sering menempelkan lintah ke dahi untuk menyedot darah pasiennya!
     
  • Merendam kaki dalam air panas
    Cara ajaib yang ini sepertinya masih berhubungan dengan konsep darah yang harus tetap seimbang. Jika kepala terasa sakit orang jaman dulu meyakini darah dari kepala harus ditarik ke kaki. Sehingga mereka merendam kaki ke dalam air panas sampai kulitnya memerah. Kulit yang memerah ini mungkin disamakan dengan darah sakit kepala yang sudah berpindah ke kaki! Wah, kalau begini caranya bukannya sembuh, sakitnya jadi berlipat ganda nih!
     
  • Memindahkan migrain ke orang lain
    Cara ini mungkin cuma dipraktikkan antara anggota keluarga yang kasihan dengan si pasien ya. Kalau bukan karena kasihan, mungkin saja karena dipaksa! Kalau sakitnya nggak tertahankan lagi, orang jaman dulu bakal mentransfer sakit kepalanya ke orang lain dengan cara meminta si sukarelawan tersebut menggosok kepala orang yang sakit.
     
  • Tiga kali lari keliling rumah
    Entah apa dasar dari ide pengobatan migrain yang satu ini. Lari keliling rumah sih memang bagus kalau tujunannya untuk berolahraga. Tapi kalau dilakukan hanya pada saat sakit kepala, tentu saja efeknya tidak terasa. Jika ada yang merasa cara ini ampuh, mungkin migrainnya karena pengaruh psikologis seperti stres dan penat. Ketika tubuh dituntut berolahraga lari, rasa stres dan penat pun akan hilang.
     
  • Mandi madu
    Cara ini sempat populer di masa Moses Maimonides, seorang tabib dan astronomer terkemuka dari Cordoba. Ia menyarankan pasien yang sakit kepala dan migrain untuk berendam di air yang diberi pemanis, seperti gula dan madu! Menurut Maimonides, mandi di cairan manis bisa menarik uap air yang jadi pemicu sakit kepala dan migrain. Untuk yang kelelahan bekerja, sih boleh saja coba cara ini untuk rilekskan tubuh dan melancarkan peredaran darah.

    Wah, benar-benar unik ya caranya? Memang, migrain bukanlah sakit kepala biasa. Lebih baik, coba cara paling praktis dan cepat untuk meredakannya. Misalnya dengan minum bodrex Migra yang sudah terpercaya puluhan tahun jadi pereda sakit kepala sebelah di Indonesia. Bodrex Migra mengandung Paracetamol, Propifenazon, dan Kofein yang dapat redakan sakit kepala berdenyut-denyut dengan segera. Ingat ya, beda sakit kepala, beda bodrex-nya!

ARTIKELTERKAIT

Sering Sakit Kepala? Ini Cara Aman Menghilangkannya
30-June-2019

Sering Sakit Kepala? Ini Cara Aman Menghilangkannya

Mungkin hal ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sesuai dengan keluhan dan jenis sakit kepala Anda. Berikut ini adalah jenis-jenis .... read more
Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon
21-May-2019

Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon

Cara Menghilangkan Sakit Kepala Akibat Perubahan Hormon - Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan sakit .... read more
Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan
14-May-2019

Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan

Penyebab Timbulnya Sakit Kepala Setelah Liburan - Apakah Anda mengalaminya juga setelah kembali dari liburan? Kira-kira, apa saja ya yang .... read more