Tidak Selalu Karena Stres, Ini 4 Penyebab Sakit Kepala Saat Bekerja!
Sakit kepala saat bekerja sering kali
langsung dikaitkan dengan stres akibat beban pekerjaan yang menumpuk. Padahal,
kenyataannya tidak selalu demikian. Ada banyak faktor lain yang dapat memicu
munculnya sakit kepala selama jam kerja, mulai dari kebiasaan sehari-hari
hingga pola hidup yang kurang terjaga.
Karena itu, penting untuk mengenali
penyebab sakit kepala saat bekerja agar keluhan dapat dicegah maupun ditangani
dengan tepat.
1. Sakit Kepala karena Terlalu Lama Menatap Layar Komputer
Di era digital, sebagian besar pekerjaan
mengharuskan seseorang menatap layar komputer atau laptop selama berjam-jam.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata
digital yang ditandai dengan mata terasa lelah, pandangan kabur, mata kering,
hingga sakit kepala.
Risiko akan semakin besar jika pencahayaan
ruangan kurang baik, posisi monitor tidak ergonomis, atau seseorang jarang
mengistirahatkan mata.
Hal ini didukung oleh penelitian dalam
jurnal The Ocular Surface yang menjelaskan bahwa penggunaan perangkat
digital dalam waktu lama berkaitan dengan meningkatnya keluhan mata lelah,
nyeri leher, serta sakit kepala akibat ketegangan pada sistem visual.
Untuk mengurangi risikonya, cobalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik agar mata memiliki kesempatan untuk beristirahat.
2. Kurang Makan atau Terlambat Makan
Kesibukan bekerja sering membuat seseorang
lupa sarapan atau menunda waktu makan siang. Padahal, kadar gula darah yang
menurun akibat terlambat makan dapat memicu munculnya sakit kepala pada
sebagian orang.
Selain itu, otak membutuhkan pasokan
glukosa yang stabil untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Ketika
kebutuhan energi tidak terpenuhi, tubuh dapat memberikan sinyal berupa rasa
lemas, sulit berkonsentrasi, hingga sakit kepala.
Karena itu, usahakan untuk tetap makan secara teratur dan pilih makanan bergizi seimbang agar kebutuhan energi selama bekerja tetap terpenuhi.
3. Dehidrasi di Tengah Kesibukan Kerja
Saat fokus menyelesaikan pekerjaan, banyak
orang lupa minum air putih. Dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya volume
cairan dalam tubuh sehingga memengaruhi aliran darah dan fungsi otak.
Akibatnya, muncul keluhan seperti sakit kepala, tubuh terasa lemas, dan sulit
berkonsentrasi.
Dalam jurnal Nutrients, para peneliti menjelaskan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat memengaruhi fungsi kognitif, suasana hati, serta meningkatkan risiko munculnya sakit kepala pada orang dewasa sehat. Agar tetap terhidrasi, biasakan menyediakan botol minum di meja kerja dan minum air putih secara berkala, bukan hanya saat merasa haus.
4. Kurang Tidur dan Kelelahan Fisik
Tidur yang kurang atau kualitas tidur yang
buruk juga menjadi penyebab umum sakit kepala saat bekerja. Kurang tidur
membuat tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pemulihan,
sehingga otak menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri.
Selain itu, kelelahan fisik akibat lembur,
perjalanan jauh menuju kantor, atau aktivitas yang terlalu padat juga dapat
memperburuk kondisi tersebut. Tidur yang cukup, yaitu sekitar 7–9 jam per malam
bagi orang dewasa, membantu menjaga fungsi otak, meningkatkan konsentrasi, sekaligus
mengurangi risiko munculnya sakit kepala di siang hari.
Selain memperbaiki pola tidur, memenuhi
kebutuhan cairan, dan makan secara teratur, Anda juga dapat mengonsumsi obat
pereda sakit kepala apabila nyeri mulai mengganggu aktivitas sehingga pekerjaan
dapat kembali dilakukan dengan lebih nyaman.
Namun, bila sakit kepala terjadi sangat
sering, semakin berat, disertai demam tinggi, gangguan penglihatan, muntah
berulang, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau tidak membaik setelah
mengonsumsi obat, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan
lebih lanjut.
Artikel Lainnya: Ini 5 Tips Supaya Kamu Bebas Sakit Kepala Berat Saat Sedang Liburan
FAQ
1. Apakah semua sakit kepala saat bekerja disebabkan oleh stres?
Tidak. Selain stres, sakit kepala juga dapat dipicu oleh kelelahan mata akibat menatap layar terlalu lama, terlambat makan, dehidrasi, dan kurang tidur.
2. Berapa lama sebaiknya mengistirahatkan mata saat bekerja di depan komputer?
Anda dapat menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata.
3. Kapan perlu minum obat pereda sakit kepala?
Obat pereda sakit kepala dapat digunakan ketika nyeri mulai mengganggu
aktivitas dan produktivitas, sesuai aturan pakai pada kemasan. Bila sakit
kepala sering kambuh, sangat berat, atau disertai gejala lain yang
mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke dokter.
Daftar Pustaka
- Rosenfield
M. Computer Vision Syndrome (Digital Eye Strain). The Ocular
Surface. 2016.
- Pross N,
et al. Effects of Dehydration on Brain Functioning: A Life-Span
Perspective. Nutrients. 2022.
- Rains JC,
Poceta JS. Sleep and Headache. Current Treatment Options in
Neurology. 2010.