Sakit Kepala karena Masuk Angin vs Migrain, Jangan Keliru Bedain Gejalanya

Sakit Kepala karena Masuk Angin vs Migrain, Jangan Keliru Bedain Gejalanya

Sakit kepala adalah keluhan yang sangat umum dialami banyak orang. Namun, tidak semua sakit kepala memiliki penyebab yang sama. Di kalangan masyarakat, sakit kepala sering dianggap sebagai tanda “masuk angin”. Sakit kepala karena masuk angin umumnya muncul saat kondisi tubuh sedang menurun, kelelahan, atau terlalu lama terpapar udara dingin.


Meski demikian, tidak semua sakit kepala merupakan tanda masuk angin. Pada beberapa kondisi, keluhan ini bisa menyerupai atau bahkan merupakan migrain (sakit kepala sebelah kiri atau kanan). Oleh karena itu, penting memahami ciri sakit kepala karena masuk angin serta perbedaannya dengan migrain agar penanganannya lebih tepat dan tidak keliru. Agar tidak salah penanganan, penting untuk memahami perbedaan sakit kepala karena masuk angin dan migrain berikut ini.



Perbedaan Penyebab Sakit Kepala karena Masuk Angin dan Migrain

Melansir dari laman situs Verywell Health, sakit kepala karena masuk angin terjadi karena sinus yang bengkak dan respons peradangan tubuh terhadap virus. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kondisi tubuh yang kurang sehat akibat kelelahan, kurang tidur, kehujanan, sering terkena angin, telat makan, atau daya tahan tubuh yang menurun. 

Healthline mendefinisikan migrain sebagai gangguan neurologis yang berbeda dari sakit kepala biasa karena intensitasnya, seringkali menyerang satu sisi kepala dan disertai gejala seperti mual serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.



Karakter Nyeri yang Dirasakan

Pada sakit kepala karena masuk angin, biasanya kepala terasa berat dan leher kaku, serta rasa nyerinya menyebar di seluruh bagian kepala. Sedangkan pada migrain, biasanya hanya mempengaruhi satu sisi kepala. Namun, ada kemungkinan serangan migrain yang mempengaruhi kedua sisi kepala. Migrain menyebabkan nyeri yang sangat hebat, mungkin berdenyut, dan dapat mengganggu aktivitas harian.



Gejala yang Menyertai Sakit Kepala karena Masuk Angin vs Migrain

Sakit kepala karena masuk angin biasanya disertai keluhan lain seperti:

- Badan pegal-pegal

- Perut kembung dan sering sendawa

- Mual, meriang, dan tidak enak badan. 


Sementara migrain sering disertai mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau, serta terasa semakin nyeri saat beraktivitas.


Durasi Sakit Kepala karena Masuk Angin vs Migrain

Sakit kepala karena masuk angin umumnya berlangsung relatif singkat dan akan membaik setelah tubuh dihangatkan, istirahat cukup, atau perawatan sederhana lainnya. Sebaliknya, migrain bisa berlangsung lebih lama, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari, dan berpotensi kambuh secara berulang jika tidak ditangani dengan baik.



Faktor Pemicu Sakit Kepala karena Masuk Angin vs Migrain

Beberapa faktor yang dapat memicu sakit kepala karena masuk angin antara lain kelelahan, paparan udara dingin, telat makan, dan kondisi tubuh yang sedang kurang fit.


Adapun migrain memiliki pemicu yang lebih spesifik, seperti kurang tidur, stres, perubahan hormon, konsumsi makanan tertentu (misalnya cokelat atau keju), serta paparan cahaya yang terlalu terang.



Kapan Perlu Waspada dan Periksa ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika sakit kepala:

- Terasa sangat hebat atau muncul secara mendadak

- Berlangsung lama dan tidak membaik,

- Disertai muntah hebat atau demam tinggi,

- Menimbulkan gangguan penglihatan,

- Menyebabkan kebas atau kelemahan pada anggota tubuh.




Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apakah benar masuk angin bisa menyebabkan sakit kepala?

Ya, bisa. Masuk angin sering menimbulkan keluhan seperti badan pegal, perut kembung, meriang, dan sakit kepala akibat kondisi tubuh yang sedang menurun atau kelelahan.

2. Berapa lama sakit kepala karena masuk angin dan migrain biasanya berlangsung?

Umumnya berlangsung singkat, mulai dari beberapa jam hingga satu hari, dan akan membaik setelah istirahat, minum yang hangat, atau menggunakan obat masuk angin. Migrain bisa berlangsung 4–72 jam jika tidak ditangani dengan baik dan dapat kambuh secara berkala dalam jangka panjang.

3. Apakah kerokan efektif untuk migrain?

Kerokan umumnya membantu meredakan keluhan masuk angin, tetapi tidak efektif untuk migrain. Pada penderita migrain, kerokan justru bisa memperparah rasa tidak nyaman jika tubuh sedang sensitif.


Meski sama-sama menimbulkan sakit kepala, masuk angin dan migrain memiliki penyebab, gejala, serta penanganan yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar kita tidak salah memberi penanganan dan bisa mengambil langkah yang tepat saat keluhan muncul.


Sakit kepala karena masuk angin dan migrain memiliki perbedaan yang jelas dari segi penyebab, karakter nyeri, gejala, dan durasinya. Dengan memahami perbedaan tersebut, penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Jika sakit kepala terasa tidak biasa, berat, atau sering kambuh, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang sesuai.


Source:

- Migraine Vs Headache https://www.healthline.com/health/migraine/migraine-vs-headache#migraine

- Migraine Headache 

 https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5005-migraine-headaches 

- Why Do Colds Cause Headaches -https://www.verywellhealth.com/why-do-colds-cause-headaches-770450