Hati-hati Sakit Kepala karena Masuk Angin Saat Perjalanan Mudik

Hati-hati Sakit Kepala karena Masuk Angin Saat Perjalanan Mudik

Perjalanan mudik sering memakan waktu cukup lama dan melelahkan. Perubahan suhu, kelelahan, serta pola makan yang tidak teratur selama perjalanan dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami keluhan kesehatan.

Salah satu keluhan yang cukup sering terjadi saat mudik adalah sakit kepala karena masuk angin, seperti tubuh terasa tidak nyaman, meriang, hingga perut kembung. Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini dapat membuat perjalanan terasa tidak nyaman jika tidak segera ditangani.


Mengapa Sakit Kepala Bisa Terjadi Saat Mudik?

Sakit kepala saat perjalanan mudik bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, hingga perubahan suhu lingkungan. Kondisi ini dapat memicu ketegangan pada otot kepala dan leher yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Menurut penelitian dalam The Journal of Headache and Pain, kurang tidur dan kelelahan merupakan salah satu pemicu umum terjadinya tension-type headache, yaitu sakit kepala yang muncul akibat ketegangan otot di area kepala dan leher (Jensen & Stovner, 2008). Selain itu, perubahan kondisi lingkungan selama perjalanan juga dapat membuat keluhan sakit kepala karena masuk angin lebih mudah muncul.


Mengapa Masuk Angin Mudah Terjadi Saat Perjalanan?

Istilah “masuk angin” sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak enak akibat kelelahan, perubahan suhu, atau daya tahan tubuh yang menurun.

Selama perjalanan mudik, tubuh bisa terpapar udara dingin dari pendingin ruangan kendaraan, angin malam, atau perubahan suhu yang cukup drastis. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa meriang dan tidak nyaman.

Penelitian dalam Sleep Medicine Reviews juga menunjukkan bahwa kurang tidur dan kelelahan dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah mengalami keluhan seperti sakit kepala dan rasa tidak enak badan (Finan et al., 2013).


Gejala Masuk Angin yang Sering Disertai Sakit Kepala

Masuk angin biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang muncul secara bersamaan. Salah satu gejala yang cukup sering dirasakan adalah sakit kepala.

Selain sakit kepala, beberapa gejala lain yang sering muncul antara lain:

1. Tubuh terasa meriang atau tidak nyaman

2. Perut kembung atau sering bersendawa

3. Pegal pada otot dan sendi

4. Tubuh terasa lelah dan kurang bertenaga

5. Nafsu makan menurun

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul ketika tubuh mengalami kelelahan atau penurunan kondisi fisik selama perjalanan.


Cara Mengatasi Sakit Kepala karena Masuk Angin Saat Mudik

Jika sakit kepala mulai muncul saat perjalanan, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakannya.

1. Istirahat sejenak

Berhenti di rest area dan memberi waktu tubuh untuk beristirahat dapat membantu mengurangi rasa lelah.

2. Minum air putih yang cukup

Dehidrasi dapat memperburuk sakit kepala, sehingga penting untuk menjaga asupan cairan selama perjalanan.

3. Konsumsi makanan hangat

Makanan atau minuman hangat dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman saat meriang.

4. Lakukan peregangan ringan

Peregangan sederhana dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot leher dan bahu.

5. Konsumsi obat pereda nyeri bila diperlukan

Jika sakit kepala terasa cukup mengganggu, obat pereda nyeri dapat membantu meredakan keluhan sehingga tubuh kembali terasa lebih nyaman.

Agar perjalanan mudik tetap nyaman, penting untuk menjaga kondisi tubuh sejak sebelum berangkat. Anda harus memiliki waktu tidur yang cukup agar tubuh tidak mudah lelah. Pastikan Anda bisa menyetir secara bergantian atau bila tidak ada pengganti, rencanakan titik-titik istirahat di perjalanan agar bisa mengambil waktu untuk tidur.


Dengan menjaga kondisi tubuh tetap fit, Anda dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan menikmati momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.


Artikel Lainnya: Sering Sakit Kepala Padahal Tekanan Darah Normal? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan!


FAQ

Apa penyebab sakit kepala di perjalanan?
Sakit kepala saat perjalanan mudik bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, hingga perubahan suhu lingkungan. Kondisi ini dapat memicu ketegangan pada otot kepala dan leher yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Apa penyebab sakit kepala tegang?
Dalam The Journal of Headache and Pain, kurang tidur dan kelelahan merupakan salah satu pemicu umum terjadinya tension-type headache, yaitu sakit kepala yang muncul akibat ketegangan otot di area kepala dan leher (Jensen & Stovner, 2008).

Bagaimana cara mengatasi sakit kepala di perjalanan?
Berhenti dan  beristirahat dapat membantu mengurangi rasa lelah. Makan dan minum hangat untuk membuat tubuh merasa lebih nyaman, dan konsumsi obat sakit kepala.

Referensi Jurnal

  • Jensen, R., & Stovner, L. (2008). Epidemiology and comorbidity of headache. The Journal of Headache and Pain.
  • Finan, P. H., Goodin, B. R., & Smith, M. T. (2013). The association of sleep and pain. Sleep Medicine Reviews.